Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ridwan Kamil Imbau Cirebon Terapkan Birokrasi Dinamis

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30697.jpg

    CIREBON-Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) mengimbau kepada seluruh Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten/Kota di Jabar menerapkan birokrasi dinamis termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon.

    Gubernur Jabar menjelaskan jenis birokrasi itu ada tiga tipe. pertama adalah birokrasi aturan yang menjalankan tugas sesuai regulasi yang sudah ditetapkan. 

    "Apakah masyarakat yang puas, tidak puas tidak terlalu dipedulikan karena aturannya sudah ada," katanya kepada wartawan usai mengkuti kegiatan Lauching Layad Rawat sekaligus meresmikan gedung Public Service Center (PSC) di Kota Cirebon, Rabu (14/11/2018)

    Selanjutnya ada jenis birokrasi yang lebih baik tapi belum yang terbaik, yakni birokrasi performa artinya yang memiliki kinerja  bagus diberikan penghargaan sedangkan yang berkinerja kurang diberi motivasi atau kita beri sanksi dan seterusnya.

    "Pejabat-pejabat yang formatnya baik kita promosikan yang riweuh dan tidak berintegritas ya sudah di belakang," tegasnya.

    Gubernur Jabar menilai, kedua birokrasi itu belum yang masuk ke dalam kategori terbaik karena masih menganggap bahwa tujuan pembangunan itu bisa diselesaikan oleh birokrasi. Ia menuturkan, ada istilah birokrasi dinamis (dinamic governance) yang memiliki tujuan pembangunan bisa tercapai tanpa harus selalu oleh birokrasi. Misalnya menyelesaikan program pembangunan dengan mendapatkan bantuan dari instansi lain seperti universitas atau perbankan.

    "Kalau tujuan pembangunan kota Cirebon bisa dititipkan ke satu institusi maka bisa dititipkan. Jadi jangan menganggap bahwa pembangunan ini disiapkan semuanya oleh birokrasi," ungkapnya.

    Emil mencontohkan di beberapa negara maju seperti Singapura dan Australia sudah menerapkan birokrasi dinamis. Untuk itu, Gubernur Jabar menitipkan kota Cirebon juga  menerapkan birokrasi dinamis. 

    "Karena ada 4 yang bisa merubah dunia ini yaitu, pemerintah, pebisnis, masyarakat dan media massa," jelasnya.

    Intinya proses pelaksanaan pembangunan tidak harus diselesaikan oleh pemerintah melainkan melalui peran institusi.

    Dia menambahkan semua pekerjaan pemerintahan harus bisa diselesaikan di tingkat Kelurahan. Selanjutnya jika tidak sanggup maka akan dituntaskan di level berikutnya. Ia menuturkan semua hal yang baik di Jabar bisa diadopsi ke daerah lain maka harus dipelajari dan diduplikasi. 

    Emil mencontohkan di Kota Bogor sudah ada sekolah perempuan yang di dalamnya diajarkan bagaimana menjaga keharmonisan rumah tangga. Adanya sekolah tersebut maka tingkat perceraian di kota hujan itu menjadi menurun. 

    "Karena di Bogor hasilnya bagus maka akan dilaunching sekolah perempuan se-Jawa Barat," pungkasnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus