Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ketua DPRD Jabar Terima Kunjungan Sesepuh Masyarakat Adat Pangauban

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DUTA-SAWALA.jpg

    BANDUNG- Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. Irfan Suryanagara bertempat di ruang kerjanya menerima kunjungan Abah Wawa Hermawan, sesepuh masyarakat adat Pangauban Tangkubanparahu yang juga pimpinan Padepokan Sasana Meudal Guriang (19/9).

    Pada kunjungannya tersebut Abah Wawa selain bersilaturahim dalam rangka Idul Fitri 1432 Hijriah juga menyampaikan terimakasih kepada Ketua DPRD yang telah hadir serta memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan budaya yang diselenggarakan oleh masyarakat adat Pangauban.

    Abah Wawa juga menyampaikan aspirasi kepada Ketua DPRD, terkait keprihatinan terhadap nilai-nilai budaya dan adat Sunda  yang saat ini dinilai mulai luntur kurang mendapatkan penghargaan di masyarakat.

    "Kami berharap, sebagai Ketua DPRD dan kepada semua pemimpin pemerintahan di Jawa Barat dapat menjadi contoh atau teladan bagi masyarakat terutama dalam memberikan penghargaan terhadap budaya Sunda khususnya."
    Abah Wawa mengatakan bahwa ajaran atau budaya Sunda dapat diterima dan masuk serta dilaksanakan oleh semua golongan tidak hanya oleh kelompok tertentu karena yang terpenting adalah manfaatnya.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD mengemukakan bahwa secara budaya di Jawa Barat memiliki tiga akar budaya yang berada di tiga wilayah yaitu budaya betawi di wilayah Bekasi, Depok serta perbatasan dengan ibu kota, wilayah Priangan serta wilayah Cirebon dengan budaya Panturanya.

    "Ketiga budaya dan wilayah tersebut harus mendapatkan perhatian yang sama, apalagi pendapatan daerah Jawa Barat sekitar 80 persen berasal dari wilayah Bekasi, Depok dan Cirebon."

    Menurut Irfan jangan sampai terjadi perbedaan perlakuan yang mengakibatkan ketidakadilan sehingga saat ini sering terdengar keinginan-keinginan untuk memisahkan diri dari wilayah Jawa Barat karena merasa kurang diperhatikan Pemprov Jabar.

    Sementara itu salah seorang tokoh budaya dari Giri Budaya Jabar, yang akrab dipanggil Wa Endang yang juga hadir pada pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa masyarakat Sunda memiliki falsafah Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh yang harusnya dilaksanakan dengan konsisten.

    Selain masalah adat dan budaya, pada kesempatan tersebut kedua sesepuh menyampaikan aspirasi terkait masalah kerusakan lingkungan alam, khususnya di wilayah Tangkubanparahu yang semakin parah dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus