Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ridwan Kamil: Kebudayaan Merupakan Citra Dan Jatidiri Daerah

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_31051.jpg
    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan nilai sebuah kebudayaan merupakan citra dan jati diri suatu daerah. Sedangkan pariwisata merupakan kebangkitan dari sebuah keunikan yang diekspresikan mengacu pada aspek  ekonomi.
     
    Emil, sapaan Ridwan Kamil, menyampaikan hal tersebut pada pemberian penghargaan Anugerah Kebudayaan Jawa Barat 2018 oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate, Jumat (14/12/18) malam.
     
    Oleh karena itu, Emil mengapresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan penghargaan pada individu atau kelompok yang istimewa memberikan kontribusi luar biasa kepada seni dan budaya Jawa Barat.
     
    “Jangan pernah mencari penghargaan ketika hidup dalam berkarya dan bekerja. Tetapi jika mendapatkan penghargaan dari hasil kerja, berarti itu merupakan simbol terjadinya kemajuan dan keistimewaan,” pesan Emil.
     
    Menurut penelitian, kesenian tradisional Sunda itu dalam  jumlahnya bisa mencapai  400 kesenian. Sehingga Emil berharap generasi muda terinspirasi untuk mengikuti jejak dari senior-seniornya dalam melestarikan budaya Jawa Barat.
     
    “Karena hidup itu tidak hanya selalu urusan perut, tetapi ada nilai-nilai keluruhan kebudayaan  yang harus diekspresikan menandakan kita punya kebudayaan yang tinggi,” katanya.
     
    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Ida Hernida mengatakan pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pada orang atau sekelompok orang atas dedikasi dan prestasi yang sudah dicapai dalam pembangunan bidang seni dan budaya di Jawa Barat. Tujuannya untuk memberikan motivasi, semangat serta memacu kreativitas dan prestasi pada masyarakat Jawa Barat untuk berkarya di bidang seni dan budaya.
     
    “Sasaran kegiatan ini  adalah individu, kelompok atau lembaga yang telah berprestasi dan berkontribusi dalam bidang seni dan budaya di Jawa Barat. Serta berperan dalam memberikan sumbangsih karya dan pengabdian untuk membangun karakter masyarakat yang berbudaya,” tutur Ida.
     
    Keputusan Tim Penilai Anugerah Kebudayaan Jawa Barat Tahun 2018, sesuai dengan Nomor 432/SK.1979/Kebud diberikan pada :
     
    1. Kategori Pencipta, Pelopor dan Pembaru.
    Prestasi yang memperlihatkan permbaruan penciptaan karya seni yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan, menunjukan nilai kepeloporan, serta kontribusi pada konteks kemajuan bidang seni yang ditekuni nya. Penghargaannya diberikan kepada, Prof. Dr. Setiawan Sabana, MFA. Lahir di Bandung, 10 Mei 1951 (67 Tahun), Sang Legenda Kertas dari Bandung.
     
    2. Kategori Pelestari
    Diberikan kepada tokoh atau beberapa orang yang memiliki integritas (Personalitas dan kreativitas) untuk menggali, menjaga, mengembangkan, dan melindungi karya budaya. Penghargaan nya diberkan kepada Wahyu Affandi Suradinata. Lahir di Bandung, 3 Agustus 1953 (65 Tahun), Sang Guru Teupa Kujang dari Bogor. 
     
    3. Kategori Komunitas
    Diberikan kepada sekelompok orang yang berorientasi pada upaya merekatkan dan memdukan kebudayaan bangsa yang heterogen, memajukan visi misi daerah/antar daerahnya dan memiliki nilai semanat revolusi mental. Penghargaan ini diberikan kepada,  CCL (Celah-Celah Langit). Didirikan Tanggal 22 Mei 1988. Ketua: Imam Soleh, Alamat: Gg. Bapa Eni Ledeng. 
     
    4. Kategori Seni Tradisi
    Pretasi ini diberikan untuk seorang yang mengabdikan diri pada jenis seni yang langka atau nyaris punah. Penghargaan ini diberikan kepada, Djana Pertanain. Lahir di Cirebon, 17 Desember 1934 (84 Tahun) Sang Maestro Tarling.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus