Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kemilau Nusantara 2011 Digelar di Kabupaten Bogor

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/herdiwan3.jpg

    BANDUNG-Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Ir.H. Herdiwan Iing Suranta, MM mengatakan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang amat kaya dengan seni budaya, baik berupa seni tari, seni musik, maupun seni rupa dan adat istiadatnya. Kekayaan tersebut merupakan cermin dari kebhinekaan yang dimiliki Indonesia sebagai bangsa yang kreatif.

    “Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang penyelenggaraan kegiatan Kemilau Nusantara yang telah tujuh kali digelar sejak tahun 2004,” kata Herdiwan dalam siaran persnya yang diterima jabarprov.go.id, Selasa (27/9).

    Kemilau Nusantara, menurut Herdiwan, merupakan kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memfokuskan pada helaran kesenian tradisional yang berasal dari 33 provinsi se-Indonesia serta didukung oleh 26 kabupaten/kota yang ada di Jabar.

    Helaran Kemilau Nusantara adalah suatu arak-arakan massal (karnaval) yang dirancang atau digarap sedemikian rupa sehingga menjadi suatu bentuk tontonan yang menarik bagi publik yang menyaksikannya.

    Kemilau Nusantara Tahun 2011 ini adalah penyelenggaraan yang ke-8. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang pelaksanaanya mengambil tempat di Kota Bandung, pada tahun 2011 ini akan digelar di Kabupaten Bogor, tepatnya di Kompleks Pemda Kabupaten Bogor yang berada di daerah Cibinong.

    Kegiatan yang mengusung Tema “Semarak Budaya” tersebut akan digelar tanggal 23 Oktober 2011 mulai pukul 08.00 WIB.

    “Semarak Budaya mengandung pengertian betapa beranekaragamnya seni budaya nusantara yang dapat menyatu antara satu sama lain sehingga mampu menghadirkan keindahan dan kesemarakan yang bernilai luhur,” katanya.

    Di dalam kegiatan Kemilau Nusantara 8 ini, menurut Herdiwan, setiap kontingen dapat menampilkan garapan arak-arakan yang merefleksikan tema pawai yang disajikan melalui gabungan gerak tari, musik, teater serta pakaian khas daerah masing-masing. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus