Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wujudkan Naturalisasi Ciliwung, Satgas Patroli Ciliwung Diresmikan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_31735.jpg

    BOGOR-Mulai Senin (04/02/2019) ini, Satuan Tugas (Satgas) Ciliwung secara resmi dapat menjalankan tugasnya untuk patroli mendukung mewujudkan program naturalisasi Sungai Ciliwung usai Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Danrem 061 Surya Kencana Kolonel Inf Novi Helmy Prasetya dan Dandim 0606 Kota Bogor Letkol CZI Aji Sujiwo menyematkan rompi kepada para personil Satgas Ciliwung di tepi Sungai Ciliwung (di bawah Jembatan Otista), Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. 

    Wali Kota Bogor, Bima Arya dalam arahan menegaskan, program naturalisasi Sungai Ciliwung memiliki tiga target, yaitu meningkatkan kualitas hidup warga agar menjadi harus lebih baik, membangun kawasan kampung tematik dan wisata air yang terintegrasi.

    “Ini daerah yang sangat eksotik, jika kita fokus dan all out dalam waktu yang tidak terlalu lama maka akan bisa kita “sulap”,” kata Bima yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, Asisten Pemerintahan Hanafi, Asisten Ekbangkesra Dody Ahdiat serta para kepala dinas terkait.

    Target kedua adalah mencegah banjir sepanjang aliran Sungai Ciliwung, mulai dari Bogor hingga Kota Jakarta. Untuk target ketiga Bima menyebutkan, apa yang dilakukan disini akan menentukan “hidup matinya” warga di DKI Jakarta.

    Secara khusus kepada Satgas Sungai Ciliwung ia meminta agar memetakan semua potensi persoalan untuk kemudian dianggarkan oleh APBD Kota Bogor. Untuk yang tidak bisa dianggarkan akan diusahakan melalui kerjasama atau Corporate Social Responsibility (CSR). 

    “Semua harus tumpah dan fokus pada program naturalisasi Sungai Ciliwung. Jika kita serius dan fokus, dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun kawasan ini akan berubah tidak hanya cantik tetapi juga memberikan manfaat yang besar bagi warga. Langkah paling signifikan adalah membangun kultur disamping infrastruktur,” kata Bima.

    Terakhir Bima menyebutkan program naturalisasi Sungai Ciliwung merupakan program utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang sudah puluhan tahun tidak dilakukan dan dilakukan sekarang serta sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat. 

    Danrem 061/Suryakancana, Kolonel Inf Novi Helmy Prasetya menyebut, ini menjadi tugas pokok bagi jajaran Korem 061 SK dan selanjutnya ini adalah program utama. Danrem yang baru bertugas ini mengajak dan melihat kondisi yang ada agar target yang ditetapkan selesai sebelum waktu yang ditetapkan.

    “Bagi kami yang terpenting, maksud dan tujuan Pemkot Bogor dapat tercapai, katanya. (Humas:rabas/adt/arvan/annis/dimas-SZ)


    ==================


    39 Personil Satgas Sasar Pelaku Buang Sampah ke Ciliwung

    Kota Bogor resmi memiliki Satuan Tugas (Satgas) Sungai Ciliwung yang terdiri dari TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) yang jumlahnya mencapai 39 personil yang bertugas mencari pelaku yang membuang sampah ke Sungai Ciliwung.

    “Pagi ini kita kumpul dan memulai program naturalisasi Sungai Ciliwung Kota Bogor, salah satunya patroli ciliwung melalui tim satgas patroli yang terdiri dari 30 personil gabungan Kodim 0606 Kota Bogor dan Yonif Garuda 315 dan ditambah masing-masing 9 personil dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Kota Bogor,” kata Ketua KPC Kota Bogor, Een Irawan

    Dari 39 personil tersebut akan dibagi menjadi 6 tim yang masing-masing tim terdiri dari 7 personil dan 1 tim bertanggung jawab di dua wilayah. Selama enam bulan kedepan dan lima hari dalam seminggu, tim patroli Ciliwung melaksanakan tugas utamanya, seperti  melakukan sosialisasi program naturalisasi Sungai Ciliwung, menyiapkan langkah-langkah yang akan dijalankan, melakukan pemberdayaan warga melalui forum-forum diskusi dalam mencari solusi bersama di setiap titik yang ada, melakukan penyisiran secara terus menerus untuk memastikan penegakan hukum bagi warga yang melanggar, khususnya yang membuang sampah ke Sungai Ciliwung. 

    “Kita sudah memiliki Peraturan daerah (Perda) agar warga tertib, jika melanggar maka akan ditindak secara hukum. Melalui tim (Satgas) inilah yang kita harapkan dapat memberikan shock therapy bagi warga yang melanggar. Tidak ada alasan lagi bagi warga tidak taat pada Perda karena kita sudah melakukan sosialisasi kepada warga,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya usai peresmian Satgas Ciliwung di tepi Sungai Ciliwung (di bawah Jembatan Otista), Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (04/02/2019).

    Kepada para aparatur wilayah yang ada wilayah dilintasi Sungai Ciliwung, Bima meminta agar dilakukan dokumentasi sebelum dan sesudah pelaksanaan program naturalisasi Sungai Ciliwung, hal ini ditujukan agar terlihat perubahan-perubahan dan dapat dijadikan  ukuran dari target program yang dilaksanakan.

    Bima menyebut program naturalisasi Sungai Ciliwung ini merupakan bagian dari 100 hari pemerintahan Wali Kota dan Wakil Kota Bogor periode 2019-2024. Karenanya semua pihak yang terlibat khususnya perangkat daerah ditargetkan agar pada April 2019 sudah ada hal-hal yang berubah di kawasan Sungai Ciliwung dan sekitar Juni atau Juli 2019 diharapkan sudah ada hasilnya.

    “Jadi tidak hanya kawasan yang lebih bersih tetapi ada fisik yang dibangun dan ditandai dengan suatu aktivitas dalam skala besar, bisa berupa rafting atau jalur tracking,” kata Bima. (humas:rabas/adt/arvan/annis/dimas-SZ)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus