Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sinergitas Pentahelix Atasi Bencana di Jabar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_31860.jpg

    BANDUNG-Secara ideal, semestinya segenap segmentasi masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Inpres No. 7 tahun 2018 dapat mengikuti model Pentahelix yang melibatkan elemen Government (G), Academics (A), Business (B), Community (C), dan Media (M) atau disingkat GABCM yang dalam Bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai Pemerintah, Dunia Pendidikan, Dunia Usaha, Komponen Masyarakat, dan Media.

    Ketua Citarum Institut Eki Baihaki mengatakan, penggunaan model Pentahelix ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan segenap Bangsa dan warga negara melalui Aksi Nasional Bela Negara.

    “Dalam praktiknya hal ini merupakan smart power sebagai perwujudan aksi Bela Negara yang berbasis budaya dan kearifan lokal melalui penerapan skill, strategy, system, dan structure dalam mencapai target yaitu kemakmuran rakyat,” katanya dalam Seminar Nasional dan Bedah Buku Sinergitas Penta Helix Merawat Alam dan Mitigasi Bencana di Grand Asrilia Bandung, Jumat (22/2).

    Sinergi hakekatnya adalah ihtiar kita membangun dan memastikan hubungan kerjasama yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan,untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkualitas.

    Unsur pemerintah, tentu saja memiliki peran sangat strategis, sangat diharapkan agar memiliki komitmen dan kebijakan yang kuat dalam merawat alam dan mitigasi bencana. Termasuk ketegasan dalam menerapkan regulasi  yang adil bagi semua. Dan kebijakan yang mampu merangkum harapan bagi kepentingan yang lebih besar.

    Unsur akademisi dengan kepakarannya diharapkan dapat  memberikan terobosan-terobosan yang inovatif, kajian yang aplikatif termasuk turut terlibat dalam komitmen merawat alam dan mitigasi bencana serta menjadi bagian dari kekuatan kritis yang kontruktif.

    Unsur pelaku bisnis, terutama bisnis yang berdampak kepada pencemaran lingkungan. Perlu kita dorong agar mau menjalankan bisnis industri bersih dan berkomitem menjaga alam tetap lestari dan kesadaran untuk mendukung program mitigasi bencana.

    Unsur Media, diharapkan mampu menebar virus bela Negara bidang lingkungan melalui informasi dan edukasi termasuk dalam membangun kesadaran akan mitigasi bencana. Dan menjadi bagian dari kekuatan kritis yang kontruktif.

    Unsur Komunitas, yang hadir di ditengah-tengah masyarakat memiliki peran penting penting untuk turut menebar virus belanegara bidang lingkungan. Dan menjadi bagian dari kekuatan kritis yang kontruktif yang untuk menyuarakan kepentingan masyarakat.

    “Keberhasilan sinergi penta helix juga akan berhasil optimal jika, pemerintah mau dan mampu merangkul segenap elemen penta helix lainnya bukan sebagai sub ordinasi dan objek semata. Namun sebagai mitra kreatif dan kontruktif bagi turut tercapainya visi dan misi dari semua elemen yang ada,” jelasnya.

    Bangsa Indonesia, saat ini dan kedepan ditakdirkan untuk siap  menghadapi bencana yang sifatnya multi sektor, multi dimensi dengan kompleksitas yang tinggi. Maka mitigasi bencana  harus menjadi fokus perhatian kita bersama. Mitigasi bencana dilakukan melalui ihtiar untuk meningkatkan dan pengurangan risiko bencana. Tidak hanya saat darurat saja tapi juga pra bencana dan pascabencana. 

    Hal itu ditambah dengan kondisi Indonesia berada di daerah cincin api (ring of fire), maka bencana di Indonesia adalah keniscayaan. Setiap setiap tahunnya, rata-rata terjadi bencana hampir 2.500 kejadian bencana setiap tahun. Apalagi budaya sadar bencana dan tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah masih rendah. Padahal jutaan masyarakat Indonesia tinggal di daerah rawan bencana dengan kemampuan mitigasi yang masih minim. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus