Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BI Dorong Perbankan Tingkatkan Kredit Untuk Sektor Pertanian

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/images_(1).jpg

    BANDUNG-Kendati pemerintah sudah membuat skim-skim kredit untuk sektor pertanian, realisasinya belum memenuhi harapan karena merujuk pada minimnya data.

    Minimnya penyerapan kredit untuk sektor pertanian juga terjadi di wilayah Jabar, dimana dalam kurun waktu yang sama penyerapan kredit untuk sektor pertanian baru mencapai 2% dari pagu yang disediakan yaitu sebesar Rp.3,4 triliun. Sehubungan dengan kinerja tersebut, Bank Indonesia Cabang Bandung mendorong agar seluruh perbankan meningkatkan kredit untuk sektor pertanian.

    Hal demikian, diungkapkan Kepala Cabang Bank Indonesia Bandung, Lucky Fathul Azis Hadibrata dalam keterangannya kepada wartawan di sela-sela pembukaan Bazar, di Halaman Kantor Bank Indonesia, Jalan Braga Kota Bandung (15/12).

    Lucky, lebih lanjut memaparkan penyebab rendahnya penyerapan kredit di sektor pertanian disebabkan salah satunya oleh pandangan terutama di lembaga perbankan yaitu usaha pertanian beresiko tinggi karena dipengaruhi musim dan harganya tidak stabil karena tata niaga belum tertata dengan baik.

    Sementara itu, di sisi perbankan terjadi ketidaksesuaian antara jangka waktu kredit di sektor pertanian yang relatif panjang jika dibandingkan dengan waktu pendanaan yang relatif pendek.

    Pandangan tersebut, harus disosialisasijan oleh pemerintah bahwa kini usaha sektor pertanian sudah mempunyai prospek yang bagus. Salah satu produk pertanian, sebagai contoh yaitu hortikultura asal Jabar di tahun 2010 menyumbang 10,91 terhadap kebutuhan nasional, jelas Lucki.

    Demikian juga untuk permintaan produk tersebut tidak hanya datang dari dalam negeri tetapi juga datang dari luar negeri, dimana selama periode Januari hingga Agustus 2011, volume ekspor hortikultura dari Jabar telah mencapai 7,04 juta ton dengan nilai sebesar US$ 6,06 juta.

    Sehubungan dengan membaiknya prospek usaha sektor pertanian, maka kebijakan pemerintah yang membuats skim kredit pertanian patut untuk didorong dan dilanjutkan . Sebagai solusi, pemerintah bersama lembaga perbankan perlu menyiapkan solusi untuk membuat model pendekatan yang tepat untuk penyaluran kredit pertanian.

    Dari sisi teknologi yang dipergunakan untuk sektor pertanian juga kini telah mendukung sehingga pihak perbankan jangan ragu lagi untuk memberikan kredit di sektor pertanian kepada para pelaku usaha yang betul-betul telah mempunyai prospek. Adapun dukungan yang diberikan dari pihak Bank Indonesia untuk memacu meningkatnya sektor kredit pertanian salah satunya dilakukan melalui pembuatan MoU dengan beberapa Kementerian   yang bergerak di sektor pertanian, demikian Lucky.  (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus