Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Layanan Masyarakat Miskin Ditambah

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Endang-Sedyaningsih.jpg

    Bandung - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana menambah jumlah RS Pratama guna pelayanan bagi masyarakat miskin. Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 20 RS Pratama, termasuk di antaranya adalah RS bergerak. Menurut Menkes, Endang Sedyaningsih, setiap tahun ditambah sebanyak 10 RS Pratama di seluruh Indonesia.

    "RS Pratama ditambah guna menambah kapasitas layanan untuk kelas 3," kata Menkes di Bandung.

    RS Pratama ini dipakai sebagai rujukan utama bagi masyarakat miskin di daerah-daerah tertentu seperti di wilayah perbatasan. Pendirian RS Pratama tidak hanya dilakukan oleh Kemenkes, melainkan bisa oleh swasta maupun organisasi masyarakat.

    Penambahan kapasitas kelas 3 ini dilakukan dalam waktu 2 tahun. Untuk RS bergerak, misalnya, kapasitas ditambah dari 10 tempat tidur menjadi 30 tempat tidur.

    Tujuan penambahan kapasitas ini supaya masyarakat miskin dapat terlayani. Langkah ini sejalan dengan peningkatan kualitas layanan bagi peserta Jamkesmas.

    "Sekarang sudah ada 114 ribu tempat tidur untuk layanan masyarakat miskin. Jumlahnya akan terus ditambah sampai dua kali lipat," urai Menkes.

    Tercatat layanan Jamkesmas telah diberikan di 1087 RS, baik pemerintah maupun swasta. Jumlah RS yang memberikan layanan Jamkesmas ini mengalami peningkatan dibandingkan saat program untuk masyarakat miskin diluncurkan tahun 2008. Saat itu baru ada 856 RS yang terlibat.

    Menkes mengatakan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat miskin dapat dilakukan di puskesmas. Pada tahun 2011 sebanyak 8.608 puskesmas telah memberikan layanan dasar bagi masyarakat miskin. Untuk tahun 2012 jumlahnya ditambah hingga menjadi sebanyak 8.737 puskesmas.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus