Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    PT KA Tolak Pembelian Tiket Tanpa Identitas

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG_1145web34.jpg

     

    BANDUNG -  PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengeluarkan kebijakan untuk membatasi ruang gerak calo tiket. "Pada 4 Januari, direksi kami menerbitkan telegram bernomor D-6/32/4 Januari 2012. Isinya, mengenai sistem pembelian dan pemesanan tiket KA. Ini berlaku mulai 9 Januari 2012," tandas Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) II Bandung, Bambang Setya Prayitno.
     
    Bambang mengutarakan, telegram itu menyatakan, calon penumpang KA, baik yang menggunakan KA komersil jarak jauh kelas ekonomi, bisnis, maupun eksekutif, wajib mencantumkan data dan identitasnya pada form yang tersedia ketika melakukan pembelian tiket, baik secara langsung pada loket-loket penjualan di setiap stasiun atau melalui pemesanan.
     
    "Artinya, calon penumpang wajib mengisi nama dan alamat sesuai dengan yang tercantum dalam KTP atau SIM," jelas Bambang.
     
    Bagi kalangan pelajar yang belum memiliki KTP atau SIM, lanjut Bambang, mereka pun tetap mencantumkan identitasnya sesuai dengan yang tertera pada kartu pelajar. Sama halnya dengan anak-anak. "Tentunya, anak-anak belum memiliki KTP. Tapi, orang tuanya tetap mencantumkan nama anaknya pada form," tutur Bambang.
     
    Kebijakan itu pun berlaku bagi para calon penumpang KA non komersial. Mereka, terang Bambang, tetap berkewajiban untuk mencantumkan nama dan alamatnya pada saat membeli tiket.
     
    Berbeda dengan KA komuter Padalarang-Cicalengka. Bambang menyatakan, calon penumpang KA komuter tidak perlu melakukan pengisian data saat membeli tiket. "Untuk komuter, tetap seperti biasa. Penumpang tidak perlu mengisi datanya masing-masing saat membeli tiket," tuturnya.
     
    Terbitnya kebijakan ini bertujuan untuk data entri manifest para penumpang. Ini, lanjutnya, berkaitan dengan apabila terjadi musibah.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus