Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Jabar Luncurkan Program Raskin 2012

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/raskin2.jpg

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meluncurkan Program Raskin 2012 bagi 26 Kabupaten/Kota se Jawa Barat. Program ini merupakan sebagai upaya menanggulangi kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Untuk itu Pemerintah telah melakukan berbagai program   penanggulangan kemiskinan yang dikemas dalam 3 Kluster, yaitu Kluster I (Bantuan dan Perlindungan Sosial), Kluster II (Pemberdayaan Masyarakat), serta Kluster III (Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil).
     
    ”Sebagai bagian dari Kluster I, Upaya Penanggulangan Kemiskinan Nasional dengan fokus Bantuan dan Perlindungan Sosial, Program Raskin dinilai mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan beban pengeluaran kebutuhan pangan masyarakat miskin,” ujar Heryawan, di Halaman Parkir Barat Gedung Sate, Jl Diponegoro 22 Bandung, Jumat (20/1) pagi.
     
    Menurut laporan Asisten Pembangunan Wawan Ridwan Pagu Raskin Provinsi Jawa Barat Tahun 2012 sampai dengan bulan Mei 2012 sebanyak 213.040.050 kg, yang akan dibagikan kepada 2.840.534 Rumah Tangga Sasaran (RTS) sesuai hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial Tahun 2008 (PPLS 08) dari BPS. Adapun alokasi  masing-masing RTS sebanyak 15 kg/bulan, dengan harga Rp. 1.600,-/kg di titik distribusi.
     
    Sementara Pagu Raskin bulan Juni sampai dengan Desember 2012 akan disampaikan pada bulan April 2012 dengan merujuk kepada Basis Data Terpadu Hasil PPLS 2011, serta mengacu pada Pedoman Umum Program Raskin Tahun 2012 yang diterbitkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Program Raskin bulan Januari - Februari 2012 disalurkan sekaligus pada bulan Januari 2012, sebagai upaya terobosan untuk menstabilkan harga beras di pasaran.
     
    Sebelumnya realisasi penyaluran Raskin di Provinsi Jawa Barat sampai dengan per 31 Desember 2011 mencapai 97,71 % dari pagu yang telah ditetapkan sebanyak 553.904.130 kg. Kondisi tersebut menunjukan tingkat serapan yang tinggi dalam pendistribusian kepada para penerima. ”Saya ucapkan terima kasih serta penghargaan kepada jajaran Perum Bulog Divisi Regional dan Sub Divisi Regional se-Jawa Barat, Tim Koordinasi Program Raskin Provinsi/Kabupaten/Kota, yang telah mensukseskan Program Raskin Tahun 2011 di Jawa Barat,” ujar Heryawan.
     
    Secara khusus Gubernur menyampaikan apresiasi  kepada Kota Cimahi, Kota Sukabumi, Kabupaten Majalengka, Kota Banjar, dan Kota Cirebon, sebagai daerah terbaik Program Raskin Tahun 2011. Adapun kriterianya meliputi; realisasi penyaluran Raskin sesuai pagu, tidak mempunyai tunggakan pembayaran harga penjualan beras (HPB) Raskin, dukungan Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota, serta relatif tidak adanya permasalahan dalam pendistribusian. Apresiasi juga disampaikan kepada Kota Bandung yang telah menyediakan hibah dana talangan program raskin.
     
    Pencapaian ini tentu merupakan hasil kerja keras semua pihak yang perlu dipertahankan serta dijadikan contoh oleh daerah-daerah lainnya untuk meningkatkan realisasi penyaluran Raskin Tahun 2012 di Jawa Barat, termasuk pula untuk semakin memperkecil tunggakan pembayaran Raskin yang pada tahun 2011 masih mencapai Rp. 25,6 Miliar lebih (Data Bulog Divre Jabar per 6 Januari 2012).
     
    Gubernur mengingatkan agar Tim Raskin Kabupaten/Kota dan Sub Divre Perum Bulog senantiasa meningkatkan koordinasi, sehingga Pagu Raskin yang telah dialokasikan dapat didistribusikan dengan baik. Hal ini sangat penting, karena pelaksanaan Program Raskin setiap tahunnya tidak terlepas dari berbagai hambatan dan tantangan, baik yang bersifat teknis maupun non teknis, khususnya yang disebabkan oleh kondisi geografis.
     
    “Hanya dengan dukungan dari semua pihak serta perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian yang efektif dan efisien, Insya Allah penyaluran Program Raskin Tahun 2012 kepada RTS di Jawa Barat dapat terlaksana    dengan baik serta memenuhi Enam Indikator Kinerja Program, yaitu tepat sasaran penerima manfaat, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat administrasi, dan tepat kualitas,” tegas Heryawan.
     
    Dengan terpenuhinya Enam Indikator tersebut, diharapkan harga beras yang saat ini masih tinggi dapat kembali stabil, disamping tentunya melalui pelaksanaan operasi pasar di Kabupaten/Kota, serta melanjutkan kegiatan Bazar Bulanan Produk Dalam Negeri tahun 2012 dengan melibatkan berbagai instansi terkait, sehingga  tingkat inflasi yang pada tahun 2011 lalu mencapai 3,10%  dapat kita pertahankan di tahun 2012 ini.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus