Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kopi Arabica Lebih Banyak Diproduksi Jabar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/coffee.reuters_.jpg

    BANDUNG - Ada dua jenis kopi yang terkenal, yaitu Arabica dan Robusta.
    Namun, di antara dua jenis itu, negara-negara di kawasan Eropa dan
    Afrika menyukai kopi Arabica. Jabar sendiri lebih banyak memproduksi
    kopi jenis ini. "Saat ini, 70 persen produk kopi Jabar adalah Arabica. Sisanya, Robusta," kata Ketua DPD Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia Didiet Arry Suparno.

    Ia menambahkan tingginya komposisi produk kopi Arabica itu memang
    dikembangkan Jabar. Kopi asal Jabar, terutama Arabica, disukai publik
    Eropa dan Afrika Selatan. "Selain itu, harga jualnya pun tinggi. Per kilogram, harga ekspor kopi Arabica senilai Rp 65 ribu," tuturnya.

    Ekspor kopi asal Jabar yang dikenal publik mancanegara terutama Eropa, sebagai The Java Preanger Coffee, masih melalui Medan. Menurutnya, sekitar 30-40 persen ekspor kopi dari Medan atau sekitar 200 ton, merupakan kopi asal Jabar.

    Ia sangat mendukung langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yang tahun ini menargetkan sertifikasi kopi tatar Pasundan. Ini untuk
    mengikuti langkah Bali yang sudah memiliki kopi khas yaitu Kintamani
    Coffee. "Secara tidak langsung, sertifikasi itu pun dapat menaikkan
    daya saing kopi Jabar.” Untuk pasar dalam negeri kebutuhannya pun masih besar dapat dilihat dari hotel dan restoran, termasuk kafe-kafe di Jabar, memerlukan pasokan 20 kilogram kopi per hari.

    Sementara itu Dinas Perkebunan Jabar menargetkan pertumbuhan produksi kopi rata-rata sebesar 10 persen per tahun. Sampai saat ini, potensi luas lahan di Jabar untuk mengembangkan komoditi kopi mencapai 29.548 hektare. Namun, sejauh ini, baru 16.411 hektare lahan yang tereksplorasi.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus