Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sumber Daya Alam Mesti Disentuh Dengan Iptek

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_web.0040_.jpg

    BANDUNG-Kita hadir di tengah bulatan dunia yang ada khatulistiwa sehingga negara ini memiliki dan dikarunia sumber daya alam yang melimpah. Memiliki bahan dasar yang melimpah yang bisa dijadikan untuk mendapatkan nilai lebih. Sumber daya alam yang melimpah ini akan berarti secara ekonomis apabila mendapat sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Hal demikian itu disampaikan Gubernur Ahmad Heryawan, Sabtu (4/2) lalu pada Forum MITI di Sabuga dihadapan ribuan mahasiswa dan para ilmuwan dan teknokrat ITB dan MITI.

    Namun demikian, lanjut Gubernur, sumber daya alam itu dapat memberikan kutukan manakala dikelola oleh masyarakat yang bodoh. Tanpa memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi maka sumber daya alam itu yang dikuasai dan diekploitasi oleh orang lain. Kita tidak beroleh lebih, tapi orang lainlah yang dapat memilikinya, jelas Gubernur.

    Gubernur mencontohkan pada bidang perikanan dimana kita tidak bisa mengoptimalkan kekayaannya, malah negara lain yang bisa memanfaatkannya. Kita memiliki perairan laut dalam di Samudra Hindia yang membentang diantaranya di Garut Selatan dan Sukabumi di perairan itu banyak terdapat ikan tuna yang harganya ribuan dollar. Harga Ikan Tuna yang ribuan dollar itu, ternyata tidak bisa dimanfaatkan oleh kita. Justeru dimanfaatkan oleh negara lain. Hal demikian karena mereka punyak ilmu pengetahuan dan teknologi sedang kita hanya sumber daya alamnya.

    Gubernur mencontohkan Negara Korea yang tidak memiliki sumber tambang besi seperti Indonesia, tapi Korea menjadi penghasil tembaga/besi terbesar di Asia. Keadaan itu dicapainya dengan memanfaatkan Ilmu pengetahuan dan Teknologi.

    Atas dasar itu, Gubernur mengajak seluruh ilmuwan, mahasiswa dan lainnya yang memiliki kapasitas Iptek untuk mengelola sumber daya alam agar outputnya dapat dirasakan oleh bangsa sendiri. Sumber daya alam memerlukan sentuhan para ilmuwan sehingga akan menjadi kekuatan eonomi dan menciptakan kesejahteraan masyarakat. Gubernur ajak agar hal itu bisa dan pasti bisa.

    Diakhir orasinya, Gubernur mengeluarkan jargon pekiknya untuk mengajak para mahasiswa mengumandangkannya, yaitu, sabisa-bisa, kudu bisa, pasti bisa. Gubernur ajak mahasiswa untuk meneriakan itu dan disambut positif para hadirin. Dengan semangat jiwa muda, para mahasiswa meneriakan jargon itu hingga tiga kali.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus