Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dede Yusuf : Narkoba Merupakan Bahaya Laten

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Pramuka-2.DSC_0643_1.jpg

    DEPOK-Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Barat Dede Yusuf memberikan pengarahan kepada 11 Kwartir Ranting Kecamatan Pramuka se Kota Depok. Acara tersebut merupakan rangkaian sosialisasi tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika Obat (Narkoba) di Aula Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat)Graha Insan Cita, Jl Prof Lafran Pane, Kelurahan Bhakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Selasa (14/2). Menurutnya Narkoba harus diberantas daribumi Jawa Barat.

    Dede yang juga Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Jawa Barat berkesempatan untuk berdialog dengan perwakilan Pramuka yang didominasi pelajar. Menurutnya pelajar sebagai generasi penerus bangsa sudah seharusnya menjauhi segala bentuk penggunaan Narkoba. “Narkoba harus kita jadikan musuh bersama. Narkoba adalah bahaya laten yang senantiasa mengintai para pelajar. Untuk itu kita harus memberantas Narkoba hingga tuntas,” tegasnya.

    Sosialisasitentang bahaya Narkoba juga memberikan pemahaman tentang pencegahan penyalahgunaan dan pemberantasan peredaran Narkoba. Sehingga diharapkan para pelajar memiliki bekal pengetahuan agar terhindar dari jerat Narkoba. Dalam paparannya Dede mengingatkan secara rinci dan jelas bahwa Narkoba adalah bahaya laten yang akan merusak bangsa serta generasi penerus. Dan menyebut Narkoba sebagai bentuk kriminal yang sangat membahayakan masa depan bangsa.

    Lebih lanjut Dede yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat itu menyatakan tujuan sosialisasi yang melibatkan Pramuka, dikarenakan faktor usia yang dikategorikan sebagai generasi penerus bangsa. Para pelajar diharapkan berperan aktif memberantas Narkoba.Dalam penutupan arahannya, Dede menyampaikan yel-yel : “Prestasi Yes dan Narkoba No”. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus