Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan : Tahun 2012 Koperasi Harus Lebih Kuat

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_0529WEB3.jpg

     

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam merevitalisasi gerakan koperasi, makan pada tahun 2012 ini,  Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana bergulir khusus untuk koperasi sebesar Rp. 75 miliar.  Penyalurannya dikerjasamakan dengan Bank BJB sebagai bank pelaksana. Program ini sekaligus melengkapi program Kredit Cinta Rakyat (KCR) Usaha Mikro dan Kecil yang diluncurkan tahun 2011 lalu. Dimana alokasinya  mencapai Rp. 165 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat, sebagai bagian integral dari program Pemerintah dalam rangka penanggulangan kemiskinan yang Pro-Growth, Pro-Poor, Pro-Job and Pro-Environment.
     
    Saat ini menurut Heryawan keberadaan Koperasi di Jawa Barat berdasarkan data yang Dinas KUMKM Provinsi Jawa Barat mencapai sekitar 23.843 unit.  Dari jumlah tersebut koperasi di Jawa Barat yang dikategorikan dalam kondisi sehat sebesar 22,22% atau sejumlah 5.100 unit. Meski demikian  keberadaan koperasi memberikan dampak yang positif  terhadap pertumbuhan sektor usaha riil, dimana jumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebanyak 8,7 juta unit  (99,98% dari total pelaku usaha di Jawa Barat). Sehingga cukup beralasan jika KUMKM mampu berkontribusi  signifikan terhadap PDRB Jawa Barat, yaitu mencapai sebesar 60% lebih.
     
    “Melalui upaya dan kerja keras para pemangku kepentingan pembangunan koperasi di Jawa Barat, syukur Alhamdullilah Jawa Barat berhasil meraih 2 penghargaan Satya Lencana Wirakarya serta 28 penghargaan Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, yang diserahkan Presiden RI pada Peringatan Hari Koperasi ke-64 Tingkat Nasional tahun lalu. Capaian ini, menjadi motivasi dan  pendorong semangat bagi segenap stakeholders pembangunan Jawa Barat, untuk lebih keras lagi menjadikan koperasi sebagai motor penggerak pembangunan perekonomian,” tegas Heryawan dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Bina Usaha Sukabumi Tahun Buku 2011di Hotel Pangranggo Kota Sukabumi, Sabtu (18/2) siang.
    .
    Pada saat yang sama, dalam rangka mendukung  kegiatan tersebut menjadi lebih optimal dan akseleratif,   Pemeriantah Provinsi Jawa Barat telah berupaya menyusun tahapan-tahapan untuk terbentuknya lembaga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bidang pembiayaan, pemasaran dan inovasi KUMKM, serta mempersiapkan Pembentukan Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (PPKD) untuk mengatasi keterbatasan kolateral KUMKM dalam hal aksesibilitas ke lembaga keuangan. Disamping itu, melalui Gerakan Sadar Koperasi  mendorong seluruh koperasi di Jawa Barat meningkatkan kapasitas kelembagaan agar berbentuk badan hukum, memiliki legalitas usaha (SIUP), AD/ART, NPWP, serta meningkatkan kinerjanya yang lebih baik, terutama untuk koperasi yang belum bankable.
     
    Penguatan kapasitas Koperasi, menurut Heryawan sangat penting, karena masih banyak koperasi di Jawa Barat yang belum memenuhi persyaratan tersebut. Bahkan dari sekitar 23.843 koperasi di Jawa Barat, pada tahun 2011 hanya 139 unit yang mendapat realisasi pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM). Oleh sebab itu, seiring dikucurkannya kembali pembiayaan LPDB-KUMKM tahun 2012 yang besarnya mencapai Rp. 3 triliun secara nasional, dimana alokasi  untuk koperasi di Jawa Barat mencapai Rp. 200 Miliar, “Saya mendorong seluruh koperasi agar tahun 2012 ini semakin banyak proposal koperasi  yang mendapat realisasi dana, sehingga dapat membantu likuiditas koperasi,” ujarnya.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus