Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Netty Heryawan: Dorong Optimalisasi Peran dan Fungsi Posyandu

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Netty-Heryawan13.jpg

    Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menyatakan berdasarkan hasil peninjauan di lapangan secara langsung tercatat ada 47.863 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Namun sayangnya, dari jumlah tersebut hanya sekitar 40 persen yang berfungsi dengan baik. Bahkan separuh dari total Posyandu yang ada, hanya sekitar 50 persen saja yang memiliki peralatan memadai. Itupun fungsi Posyandu yang diberdayakan baru sebatas pelayanan kesehatan dasar. Untuk itu dirinya meminta agar para pemangku kebijakan dan elemen masyarakat untuk bersama mengoptimalkan fungsi Posyandu.
     
    "Dari jumlah Posyandu yang ada, baru 40% yang berfungsi optimal," ungkap Ketua Tim Netty pada Pelatihan MOT bagi Kelompok Kerja Nasional (Pokjanal) Posyandu Provinsi Jabar 2012, Senin (27/2) kemarin di Gedung PKK Jabar. Lebih lanjut Netty menyayangkan fungsi Posyandu yang baru sebatas pada kegiatan yang terkait dengan pelayanan kesehatan dasar. Padahal posyandu bukan hanya menjadi tempat bagi penimbangan bayi dan balita. Karena Posyandu juga dapat berperan dalam peningkatan kapasitas pendidikan, keterampilan dan pelatihan kegiatan ekonomi penunjang keluarga.

    Lebih lanjut Netty menjelaskan sejumlah tantangan dan kelemahan yang dihadapi Posyandu, dewasa ini. Diantaranya soal peralatan dasar yang harus dimiliki Posyandu, Demikian juga dengan kapasitas kader penggerak Posyandu yang rata-rata memiliki pengetahuan dan ketrampilan minim."Lebih dari separuh jumlah posyandu tidak memiliki peralatan dan tempat yang memadai. Belum lagi ditambah minimnya peningkatan ilmu di kalangan kader,” tuturnya. Belum lagi dengan keterbatasan tenaga dimana dimana rata-rata 4 Posyandu dilayani 1 kader saja.
     
    "Sebagian besar Posyandu belum memiliki kader dengan kemampuan yang memadai. Demikian juga dengan jumlahnya. Perbandingannya secara keseluruhan adalah 4:1. Minim bila dibandingkan dengan perannya yang sangat strategis melayani kesehatan warga khususnya ibu hamil dan balita," ungkap Netty. Untuk itu tidak berlebihan bila, Kader Posyandu layak mendapat julukan Pahlawan Pembangunan. Karena merekalah ujung tombak pelayanan dasar kesehatan. Dan dari mereka pula Pemerintah mendapatkan data yang akurat, sehingga bisa menelurkan berbagai kebijakan yang berguna dan tepat sasaran.
     
    Untuk menuntaskan masalah tersebut, maka depan, lanjut Netty, Tim Penggerak PKK melakukan revitalisasi Posyandu dengan 4 terobosan, yakni; rekruitment kader, memperbaiki program posyandu, peningkatan kapasitas ilmu, dan inovasi dalam kemitraan. "Ini merupakan upaya pengukuhan peran posyandu beserta kader-kadernya dalam  pembangunan generasi yang lebih kuat,” tegasnya di hadapan peserta dan hadirin yang berasal dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Jawa Barat, Dinas Kesehatan Jabar, BKKBN Jabar, TP PKK Jabar, dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Jabar.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus