Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Netty Heryawan : Sinergikan Pembinaan Anjal

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/netty.jpg

    CIMAHI - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menyatakan permasalahan sosial, khususnya pergaulan dan faktor keluarga menjadi pemicu munculnya “anjal atau anak jalanan”. Jumlahnya yang cenderung meningkat menjadi indikasi belum berjalannya penanganan terkait anjal. Sesuai dengan amanat undang-undang, bahwa anjal masuk kategori anak terlantar, maka kita harus serius dalam penanganan dan pembinaan mereka.
     
    "Realita yang terjadi sangat mengiris hati dan menuntut penanganan serius: jumlah anak jalanan yang cenderung meningkat, baik kualitas maupun kuantitas, menjadi ancaman keselamatan, risiko sosial yang tinggi," ujar Netty.  Bahkan pembiaran penanganan anjal akan menjadi bom waktu bagi lingkungan sosial kita. Demikian diungkap Netty yang juga Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar pada Rapat Koordinasi Penanganan Anak Jalanan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Selasa (6/3) siang di Cimahi.
     
    Lebih lanjut Netty mengungkapkan daya tarik perkotaan menjadi pemicu pergerakan penduduk dari desa. Dengan bekal dan ketrampilan yang minim para keluarga mengadu nasib di kota. Akibat tekanan dan tuntutan berat kehidupan, menyebabkan para orangtua tidak lagi mementingkan pendidikan dan kesehatan anak-anak mereka. Para anak dibiarkan hidup di jalanan tanpa perlindungan memadai. "Untuk itulah perlu adanya perlindungan dan pembinaan bagi anjal. Ini adalah amanat UU,” tuturnya..

    Menurut Netty sasaran pembinaan bagi anjal meliputi pembinaan, penampungan,  pelatihan dan ketrampilan. Sementara untuk para orang tua anjal pembinaan meliputi; pemberdayaan, pelatihan keterampilan, dan bantuan modal. " Bahkan khusus bagi para preman anjal. Juga dilakukan pendekatan berupa kemitraan, kerjasama, dan  pelatihan wawasan kebangsaan/social awareness," katanya. Dan semakin kita  terlibat semakin manusiawi pula penanganan anjal ini.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus