Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BJB Bisa Lakukan Revisi Target KPR

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/logo-bank-bjb1.jpg

    BANDUNG - Pembatasan minimal pembayaran uang muka pembelian rumah secara kredit (KPR) minimal 30 persen membuat bank melakukan revisi target penjualan KPR. Pengaturan Loan to Value (LTV) pada KPR maksimal 70% kredit kepemilikan rumah (KPR) berkriteria tipe bangunan melebihi 70 meter per segi. Namun, ada pengecualian, yaitu bagi KPR yang termasuk dalam program perumahan pemerintah.

    Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten, Bien Subiantoro, mengaku, secara tidak langsung, adanya aturan baru itu berpengaruh pada likuiditas kredit konsumtif, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR).

    ”Saya kira, hal itu bisa membuat pertumbuhan KPR melambat. Saya kira, kondisi itu tidak hanya dirasakan kami, tetapi, seluruh perbankan," tandas Bien.

    Meski begitu, kata Bien, jika hal itu sudah menjadi kebijakan BI, pihaknya tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya, jelas dia, seluruh lembaga perbankan di Indonesia, termasuk bank bjb, wajib mengikuti peraturan yang ditetapkan BI.

    Corporate Secretary bank bjb, Adang Kunandar, menambahkan, adanya SE BI itu memang dapat berpotensi kinerja keuangan terpengaruh. Meski begitu, lanjutnya, hal itu tidak serta merta membuat lembaga perbankan yang milik BUMD Jabar-Banten itu langsung melakukan revisi target likuiditas kredit.

    "Revisi bisa saja terjadi. Tapi, hal itu tidak langsung kami lakukan. Revisi berlangsung pada Juni. Nah, saat ini, yang dapat kami lakukan hanya menunggu dan melihat perkembangannya," papar Adang.

    Diutarakan, secara total, pihaknya menargetkan penyaluran kredit pada tahun ini senilai Rp 30 triliun. Angka itu, lanjutnya melebihi realisasi 2011, yang nilainya sekitar Rp 24-25 triliun. tejo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus