Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BKKBN Jabar Akui Sulit Turunkan Rata-Rata Kelahiran Bayi

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG_1710.JPG

     

    Sekretaris BKKBN Jabar, Saripudin Hidayat, dalam keterangannya kepada wartawan akhir pekan lalu menggungkapkan dalam rangka menyukseskan program KB khususnya di Jabar, rata-rata kelahiran bayi di Jabar menjadi perhatian serius, mengingat masih dihadapkan pada masalah sulitnya menurunkan rata-rata kelahiran bayi sebagaimana yang diharapkan
     
    Merujuk kepada trend data soal rata-rata kelahiran bayi di Jabar tahun 2010, sebesar 2,6 point dan tahun  2011 turun menjadi 2,48 point. Sementara itu, pihak BKKBN telah menargetkan tahun 2015 rasio rata-rata kelahiran harus diposisi 2,1 point. Jika dihitung penurunan dari tahun 2010 ke 2011, sulit mengejar target tersebut.
     
    Sulitnya menurunkan rata-rata kelahiran bayi di Jabar disebabkan masih tingginya Pasangan Usia Subur (PUS). Untuk itu, kepada kelompok PUS, baik kepada wanita maupun pria diminta meningkatkan partisipasi untuk mempergunakan kontrasepsi.
     
    Untuk meningkatkan partisipasi tersebut, pihak BKKBN untuk Bulan Maret 2012 ini memberikan layanan kontrasepsi gratis kepada masyarakat di wilayah Kota Bandung dan KBB. Sejalan dengan peningkatan pelayanan KB, animo masyarakat termasuk di kalangan pria terus meningkat. Sejalan dengan perkembangan tersebut, harapannya dapat mendukung tercapainya 12.000 akseptor KB.
     
    Dalam rangka memaksimalkan pelayanan KB, disiapkan kelompok tenaga monitoring  di seluruh daerah termasuk untuk daerah terpencil. Untuk di daerah terpencil,  pelayanan KB di daerah terpencil pelayanan meliputi dua hal baik pelayanan informasi dan pendekatan  pelayanan KB.
     
    Partisipasi pemerintah daerah khususnya Pemprov. Jabar,  sangat bagus karena melalui bantuan Gubernur telah dikucurkan bantuan dana sebesar Rp. 8,4 miliar. Dana tersebut, ujar Saparudin dialokasikan untuk tenaga penggerak KB di desa-desa. Dana tersebut, terasa manfaatnya untuk membantu kegiatan operasional pelayanan KB di desa-desa.

    <div id="cke_pastebin" justify;="" "="">

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus