Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tan De Seng: “Kuring Urang Sunda”

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/tan_de_seng.jpg

    BANDUNG – Siapa yang tidak kenal Tan De Seng (Tan Lie Seng), yang dikenal sebagai musisi Sunda beretnis Cina. Dimana sekarang Tan De Seng? Ditemui di rumahnya di kawasan Holis Bandung, Tan De Seng di usianya yang menginjak 70 tahun, tetap terlihat enerjik, bicaranya tetap bersemangat, apalagi ketika membahas ka-Sundaan.

    “Walau bagaimanapun saya adalah orang Sunda, dan saya merasa orang sunda pituin (asli). Saya lahir di Bandung, makan minum dan bekerja di Bandung, musik yang saya dengarkan setiap hari dari masa kecil adalah musik Sunda, kebudayaan tempat saya hidup adalah Sunda, hanya kebetulan saya lahir dari bapak yang Cina, tetapi bapak saya juga Sunda banget” ujarnya bersemangat.

    Menurut Tan De Seng, Sunda itu ada dalam rasa dan darah yang mengalir dalam dirinya sejak kecil. Ia bercerita satu waktu di usia 16 tahun, sempat pergi ke salah satu kota di Sumatera Selatan. Di losmen tempatnya menginap, kebetulan dikumandangkan lagu-lagu Sunda dengan kecapi sulingnya, dan seketika De Seng menitikan air mata mendengar musik itu.

    “Saya menangis mendengar musik dan lagu itu, saya terus bertanya-tanya mengapa saya menangis? Dan saya mendapat jawaban pasti dalam diri saya, bahwa memang betul, saya orang Sunda” katanya.

    Sejak itulah De Seng mempelajari alat musik Sunda, lagu dan kebudayaan Sunda secara serius. De Seng mengaku belajar dari banyak nama, salah satunya yang sudah dia anggap sebagai ayahnya sendiri adalah Abah Sunarya almarhum, ayahanda dari Dalang Kondang Asep Sunandar Sunarya dan Ade Kosasih Sunarya.

    Hingga kini, Tan De Seng tetap hidup dari dan untuk kesenian Sunda.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus