Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pertumbuhan Ekonomi Jabar 6,22%

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/large_bps1.jpg

    Bandung - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabar pada triwulan I/2012 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp 228,26 triliun, tumbuh 6,22% dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Jabar, didorong peningkatan lapangan usaha dari sektor pertanian.

    Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Ade Rika Agus mengatakan, selama triwulan I/2012, kondisi ekonomi Jabar mengalami pertumbuhan sekitar 0,92%. Sektor pertanian (pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, perikanan) memberi kontribusi terbesar terhadap lapangan usaha sampai dengan 15,46%.

    “Sektor pertanian memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar karena di dorong musim panen tanaman padi pada Februari sampai Maret lalu,” jelasnya.

    Sedangkan kontribusi sektor lainnya yaitu berasal dari keuangan-persewaan dan jasa perusahaan sebesar 0,18%, sektor jasa-jasa 0,55%. Sedangkan sektor yang mengalami penurunan yaitu sektor pertambangan-penggalian -0,58%, sektor industri pengolahan -0,38%, sektor listrik-gas-air bersih -2,87%, konstruksi -3,45%, perdagangan hotel restoran -1,88%, serta sektor pengangkutan dan komunikasi -0,03%.

    Sedangkan dari sisi penggunaan, pendongkrak ekonomi Jabar ditopang oleh pertumbuhan tingkat konsumsi rumah tangga nonprofit sebesar 0,46% dan perubahan investori 24,60%. “Sedangkan komponen yang mengalami pertumbuhan negatif yaitu konsumsi pemerintah sebesar 41,65%, PMTB 5,65%, ekspor 2,89%, dan impor 3,36%,” jelas dia.

    “Tiga sektor tersebut memberi kontribusi terhadap PDRB Jabar sebesar 72,01%. Sementara sisanya, ditopang oleh sektor lainnya seperti konstruksi, jasa-jasa, keuangan-persewaan dan jasa perusahaan, pengangkutan dan komunikasi, pertambangan dan penggalian, serta sektor lainnya,” imbuh dia.

    Sayangnya, pertumbuhan PDRB tidak didorong oleh peningkatan ekspor. Kontribusi nilai ekspor terhadap PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan I/2012 sebesar Rp 80,40 triliun atau 35,22%. Lebih kecil dari kontribusi ekspor terhadap PDRB pada triwulan IV/2011 sebesar Rp 80,62 triliun atau 36,07%. tejo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus