Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Raih Satya Lencana Bidang Pembangunan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/pDSC_2813.jpg

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meraih Anugerah Satya Lencana Pembangunan Bidang Koperasi yang disematkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Koperasi ke-65 Tingkat Nasional yang dipusatkan di Palangkaraya Kalimantan Selatan, Kamis (12/7). Heryawan dinilai sebagai Kepala Daerah yang peduli terhadap pembangunan koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah. Penghargaan di bidang pengembangan koperasi yang diterimanya itu merupakan yang kedua kali disabet Heryawan dalam dua tahun terakir. Tahun lalu, disaksikan Ibu Negara Ani Yudhoyono, ia menerima penghargaan Entrepreneurship Develompement dari Menteri Koperasi dan UKM sebagai Kepala Daerah terbaik dalam Pengembangan Kewirausahaan.
     
    Menurut Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Provinsi Jawa Barat Wawan Hernawan ada empat tokoh Jawa Barat yang mendapatkan penghargaan Satyalancana Pembangunan Bidang Koperasi, yakni; Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Kepala Dinas KUMKM Wawan Hernawan, Bupati Bogor Rachmat Yasin, dan Rektor Ikopin Rully Indrawan. Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka yang dinilai berperan besar dalam pemberdayaan KUMKM. “Penghargaan untuk Gubernur diberikan karena selama kepemimpinannya banyak program kegiatan yang mendorong tumbuh kembangnya koperasi, yang dilaksanakan melalui Dinas KUMKM,” ujarnya,
     
    Selama ini, lanjut Wawan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan senantiasa mendorong tercapainya program "Penumbuhan Kewirausahaan Baru 2011." Heryawan berkeyakinan, program ini akan membuka peluang usaha sekaligus lapangan kerja bagi penduduk Jawa Barat. Koperasi dan UMKM diyakini mampu mendongkrak perekonomian Jawa Barat.  Untuk itu setiap program yang ia luncurkan senantiasa bertujuan memajukan pelaku Koperasi dan UMK. Meski demikian masih ada kendala dalam mengembangkan usahanya mulai aspek pemasaran, permodalan, kelembagaan dan organisasi, SDM pengelola KUMKM, teknologi.

    Demikian pula dalam rangka membantu pelaku KUMKM diantaranya Bantuan Bagi Pengembangan Koperasi dan UMKM 2010. Bantuan tersalur Rp 7,031 miliar bagi 1.583 koperasi dan UMK. Bantuan Sosial bagi Pengembangan Koperasi 2011, dalam rangka penguatan permodalan dan kinerja usaha koperasi. Bantuan diserahkan mencapai Rp15,320 miliar bagi 945 koperasi dan kelompok wanita. Program lainnya yakni Dana Bergulir melalui Kredit Cinta Rakyat (KCR) melalui Bank BJB bagi pelaku koperasi dan UMK dengan suku bunga 9,3 persen efektif/ tahun disalurkan Rp 165 miliar.

    Selain itu Jabar juga mendorong lahirnya lembaga penjamin kredit daerah. Keberadaan lembaga ini diharapkan akan membantu KUMKM yang tidak memiliki agunan. Kelemahan KUMKM yakni tidak adanya agunan dan lembaga ini akan memudahkan para pelaku UMK yang tidak memiliki agunan mengakses KCR. "Jabar juga mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada koperasi dan UMKM diantaranya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 10 tahun 2010 tentang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah," katanya.
     
    Perda tersebut diharapkan mampu mewujudkan dan meningkatkan perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat melalui peran koperasi dan UMKM secara berkelanjutan. Kemudian Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 53 tahun 2011 tentang petunjuk pelaksanaan Perda Provinsi Jawa Barat nomor 10 tahun 2010 tentang Pemberdayaan dan Pengembangan KUMKM.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus