Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan : Mari Majukan Industri Bordir Jawa Barat

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/hIMG_2223.jpg

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuka Pameran “Pesona Bordir Tiada Akhir” di Parkir Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro 22 Kota Bandung, Jumat (13/7) pagi. Dihadiri ratusan pengrajin bordir yang hadir dari segala penjuru Jawa Barat, Heryawan menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya pameran tersebut. Semoga pameran kerajinan bordir yang dirangkaikan dengan pameran produk lokal Jawa Barat semakin mendorong minat dan kecintaan warga terhadap produk dalam negeri. Apalagi kerajinan bordir merupakan salah satu potensi industri kecil dan menengah yang bernilai tinggi. Sehingga eksistensinya mampu mendorong pertumbuhan perekonomian Jawa Barat.
     
    Saat ini menurut Heryawan, potensi bordir di Jawa Barat terpusat di sejumlah Kabupaten/Kota, diantaranya yang terbesar ada di Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 1.829 unit pengrajin. Disusul Kota Tasikmalaya sekitar 1.229 unit pengrajin. Selain kedua kawasan tersebut, ada juga pengrajin bordir di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kota Cimahi dan Kota Bogor. Total keseluruhan di Jawa Barat mencapai 3.191 unit pengrajin dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 29.484 orang. “Tentu sebuah jumlah yang cukup besar. Sehingga penanganan dan pembinaannya harus serius,” ujarnya.
     
    Tentu, lanjut Heryawan, ke depan banyak hal yang harus terus kita benahi agar pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) semisal pengrajin bordir dapat terus ditingkatkan. Apalagi potensi pasar dan bahan baku cukup bagus. Untuk itu dukungan semua pihak terkait sangat diperlukan agar para pelaku IKM dapat berkembang dengan baik sebagai bagian dari partisipasi pembangunan di Jawa Barat. Peran Yayasan Bordir Jawa Barat sebagai wadah pembinaan pengrajin bordir sangat strategis. Promosi daan dukungan akses ke permodalan dan pemasaraan menjadi kebutuhan pengrajin bordir.
     
    Untuk itu dibutuhkan sinergitas dan upaya dari semua pemangku kebijakan dan kepentingan, termasuk di dalamnya, Pemerintah, baik Pusat hingga Kabupaten/Kota, BUMN, BUMD serta swasta dan masyarakat untuk bersama-sama memajukan IKM bordir Jawa Barat. Indikatornya tentu adalah semakin meningkatnya indeks dan kinerje perekonomian sektor IKM. Tentu secara langsung berdampak pada meningkatnya taraf kesejahterahan para pengrajin dan pekerja yang menggeluti kerajinan bordir. “Tentu saya imbau agar para pengrajin untuk senantiasa meningkatkan kemampuan, kreasinya, baik itu corak maupun model yang disesuaikan dengan trend kebutuhan masyarakat, dengan masih mengusung ciri khas Jawa Barat,” tuturnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus