Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Jelaskan Tentang Kondisi Pendapatan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_8673-crop-1.jpg

     

    BANDUNG-Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan hari ini, Senin (13/8) menyampaikan jawaban sehubungan dengan berbagai pertanyaan dewan saat pemandangan umum Fraksi-Fraksi atas Perubahan APBD Provinsi Jabar, yang disampaikan pekan lalu.
     
    Gubernur, dalam penjelasannya atas kondisi pendapatan mengungkapkan, untuk kontribusi BUMD terhadap pendapatan daerah pada tahun anggaran 2012 mengalami penurunan dikarenakan bjb membutuhkan tambahan modal untuk pengembangan jaringan usaha sehingga dari hasil RUPS Bulan Maret yang semula ditetapkan deviden sebesar 65% menjadi 62,5%.
     
    Untuk penetapan target pendapatan, sudah melalui perhitungan yang cermat terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi pada besaran penerimaan dari sektor pajak kendaraan bermotordan bea balik nama kendaraan bermotor. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah kebijakan pemerintah tentang pembatasan uang muka kredit pembelian kendaraan baru yang berdampak pada penurunan penerimaan pendapatan pada Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB.
     
    Adapun besaran target penerimaan atas denda pajak, denda retribusi, pendapatan BLUD dan lain-lain PAD yang sah, pos pendapatan lain-lain PAD yang sah tahun 2012 lebih rendah dibandingkan tahun anggaran 2011 karena dalam tahun ini diprediksi pelepasan hak atas tanah dan penjualan aset jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati demikian, pendapatan yang berasal dari jasa giro masih tetap menjadi faktor dominan sebagai sumber pendapatan lain-lain PAD yang sah.
     
    Untuk target dana perimbangan, sudah disesuaikan dengan Peraturan Menkeu yang berlaku yaitu untuk DAU dan DAK. Sedangkan dana bagi hasil masih mengacu pada PMK tahun 2011 dikarenakan PMK tahun 2012 belum diterima.
     
    Gubernur, menambahkan dalam RAPBD Perubahan tahun 2012, PAD masih didominasi sektor pajak yaitu PKB, BBNKN, PBBKB dan pajak air permukaan. Sementara itu, asumsi perhitungannya didasarkan pada perkembangan penambahan jumlah kendaraan bermotor, pemberlakukan pajak progresif, tingkat kesadaran melakukan BBNKB 2  dan proyeksi jumlah pemakaian bahan bakar.
     
    Khusus untuk PKB, ujar Gubernur,  perkembangannya meningkat dari tahun lalu dengan target kendaraan tidak mendaftar ulang sebesar 25%.  Untuk PBBKN telah dikonsultasikan kepada Pertamina dan untuk penggunaan Pertamax bagi kendaraan bermotor dinas, telah disesuaikan dengan kebijakan pemerintah.(Nur) 
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus