Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Jabar : Jabar Masih Aman Dan Kondusif

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_5920WEB.jpg

    BANDUNG- Di tengah terjadinya beberapa kasus konflik di beberapa daerah di Indonesia seperti Kasus Sampang, untuk situasi Jabar masih aman dan kondusif. Hal demikian, ditegaskan Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan kepada wartawan di sela-sela Halal Bihalal MUI di Hotel Lingga, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung (29/8).

    Gubernur, lebih lanjut menuturkan Jabar dengan penduduk yang sudah berjumlah 45 juta, jika dibandingkan dengan Provinsi lain yang jumlah penduduknya lebih kecil, gejolak konflik tidak terjadi. Hal itu menunjukkan secara umum kondisi Jabar masih aman dan kondusif. Pihak Pemprov. Jabar, atas kondisi tersebut mendorong agar masyarakat terdidik lebih bertambah lagi baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Demikian, juga untuk komunikasi lintas agama dan lintas elemen masyarakat terus dilakukan.

    Situasi kondusif tersebut akan terus dijaga. Jika ada isu di masyarakat, imbuh Gubernur intelijen di daerah terus bergerak dan memonitor seluruh pergerakan yang ada di masyarakat. Deteksi dini juga terus dilakukan, dengan tujuan untuk mengeliminir gejolak di masyarakat yang berdampak menimbulkan konflik.

    Sementara itu, Ketua MUI Jabar, Hapidz Usman dalam keterangannya secara terpisah kepada wartawan mengungkapkan pihak MUI sendiri mendorong situasi kondusif di Jabar, tentunya potensi  konflik di masyarakat sekecil apapun akan dieliminir. Oleh karenanya melalui silaturahmi seperti pada Halal Bihalal Idul Fitri diharapkan dapat terbangun komunikasi antar masyarakat, ulama dan pemerintah.

    MUI Jabar, sehubungan dengan telah diterimanya keluhan masyarakat tentang sudah memudarnya patriotisme di kalangan masyarakat, melalui Halal Bihalal kali ini berupaya membangun tumbuhnya kesadaran patriotisme untuk seluruh elemen masyarakat. Hal yang ditanamkan kepada masyarakat, Republik Indonesia didirikan berkat partisipasi dan kesadaran dari seluruh elemen masyarakat baik lintas suku maupun agama. Menyoroti, munculnya kasus konflik di beberapa daerah di Indonesia, ujar Hapidz sebagai solusinya perlu ditanamkan patriotisme dan kebersamaan diantara elemen masyarakat. (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus