Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Meneg PP & PA : “We Are Not For Sale”

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG_5125.jpg

    BANDUNG-(31/8) Kementrian  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA), bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Provinsi Jawa Barat, Generasi Berencana (Geber), beserta IOM, UNFPA da Walk Free meluncurkan Media KIE Perdagangan Orang (Trafficking) kepada para pelajar dan remaja Kota Bandung, bertempat di Balai Seni Budaya (SABUGA) Bandung.

    Hadir pada kesempatan itu, Meneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, Ibu Netty Prasetyyani Hermawan, Mr. Nihil dari UNFPA, Kepala BPPKB Prov. Jabar, Asisten Kesejahteraan  Rakyat, Aip Rivai, para kepala OPD Prov. Jabar dan sekitar lima ribu pelajar tingkat SMU Kota Bandung.

    Ibu Netty Prasetiyani dalam sambutannya meminta kepada kaum remaja Jawa Barat, untuk tidak mudah tergoda bujuk rayu orang yang tidak bertanggung jawab dengan mengiming-iming pekerjaan atau  bentuk kemewahan lainnya. Kasus trafficking sering dimulai dari iming-iming pekerjaan di daerah lain, padahal mereka akan diperjual belikan atau menjadi budak pelacuran.
    Sedangkan Ibu Linda Amalia Sari Gumelar menegaskan, bahwa trafficking merupakan kejahatan perbudakan modern dan di Indonesia, perempuan dan anak-anak adalah korban utamanya. “ Fenomena kasus trafficking ini layaknya gunung es, jumlahnya kecil di permukaan, namun lebih banyak lagi terselubung di bawah permukaan, jelas Linda Gumelar.

    Berdasarkan data dari Dit. Tipidum Bareskrim Polri per 17 Januari 2012, tercatat dalam kurun waktu 2009-2012 terjadi 373 kasus dengan korban dewasa 440 orang, dan korban anak-anak 192 orang, serta terjerat 450 pelaku, dan 134 perkara pelaku sudah masuk tingkat penyidangan.

    Menurut Meneg PP dan PA, Linda Amalia Sari Gumelar, masalah huma trafficking itu  ini harus menjadi perhatian serius kita bersama, dan untuk itu dirinya mengajak kepada seluruh generasi muda untuk memeranginya.

    “Setiap pelajar, hendaknya turut mensosialisasikan kepada remaja-remaja lainnya”. Kita dengungkan slogan “Zero Tolerance For Human Trafficking”, dan “We Are Not For Sale”, demikian slogan itu disampaikan Ibu Linda Gumelar yang disambut pekik dukungan dari ribuan pelajar yang hadir.

    Pada kesempatan itu, Ibu Linda Amalia Sari Gumelar dan Ibu Netty Prasetyani, mebagikan KIT KIE Sosialisasi bahaya human trafficking kepada para pelajar tingkat SMU di Kota Bandung. Kemudian, bersama ribuan pelajar, menyatakan Ikrar Menentang Perdagangan Orang. Salah satu butirnya, “Kami siap menjadi garda terdepan dalam mencegah dan memerangi perdagangan orang dengan segala bentuk upayanya”.
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus