Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Di Kec. Karang Ampel, 1350 Ha Alami Kekeringan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_2765.jpg

    INDRAMAYU-Tidak turunnya hujan yang sudah berlangsung selama empat bulan ini telah mengakibatkan kekeringan di lahan persawahan sebagian daerah-daerah Kabupaten penghasil beras di Jawa Barat. Termasuk dalam hal ini di Kabupaten Indramayu khususnya di daerah Kecamatan Karang Ampel.

    Menurut Penyuluh Pertanian lapangan (PPL) Karang Ampel, Ato Susanto, SP, di Kecamatan Karang Ampel terdapat 1350 Ha yang mengalami kekeringan. Kekeringan lahan sawah tersebut, dikarenakan tidak tersedianya air pada saluran-saluran irigasi yang berada di Kecamatan ini, ujar Ato.
     
    Tentu kekurangan air ini diakibatkan belum tibanya musim penghujan terutama sejak bulan Juni hingga sekarang. Kondisi sekarang ini berbanding terbalik dengan kondisi pada musim  Tahun 2011 yang lalu, dimana musim hujan berlangsung sepanjang tahun. "Produksi berasnyapun saat itu melimpah atau terdapat kenaikan sampai 20 % dari kondisi normal", jelasnya. 
    Namun untuk sekarang ini kondisinya berbanding terbalik dan diprediksi produksi beras akan menurun.
     
    Khusus bagi masyarakat petani di Kecamatan Karang Ampel ini, permasalahan pertanian bukan saja karena adanya musim kekeringan, tetapi juga masih berkembangnya hama tikus, "jadi kami mengalami dua permasalahan itu", keluhnya.
     
    Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak Balai Penyuluh Pertanian (BPL) bersama Kelompok Tani Nelayan Andalan Kec. Karang Ampel  terus melakukan pembinaan kepada petani dengan sasaran tumbuhnya sikap kesabaran dan keuletan bahwa musim kemarau yang panjang ini adalah Allah Swt yang mengaturnya. Agar mereka para petani tidak patah semangat, jelas Ato.
     
    Selain itu, kami pun memberikan pembinaan mengenai pola tanam, dimana pada masa kekeringan ini, lahan sawah digunakan untuk menanam seperti palawija, buah semangka, timun dan lainnya. Alhamdulillah, dibeberapa lahan telah berhasil dipanen Timun dan buah semangka.
     
    Untuk penanganan permasalahan hama tikus, para PPL di karang Ampel terus melakukan pembinaan agar para petani tetap gigih memberantas hama tikus walaupun peralatan yang digunakan masih belum memadai dibanding luasnya sebaran hama tikus tersebut. 
     
    Terkait dengan saluran irigasi, pihaknya menghimbau kepada instansi berwenang untuk segera dilakukan pengerukan, karena saat ini sudah terjadi sadimentasi atau pendangkalan yang diakibatkan banyaknya lumpur atau tanah termasuk sampah di saluran irigasi. Hal ini penting untuk mengantisipasi bila musim penghujan tiba, demikian harapan Ato Susanto, SP.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus