Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kurang Hati-Hati, Jamaah Umroh Banyak Terlantar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/ledia-hanifa-22.jpg

    JAKARTA-Tidak hanya terjadi pada peminat ibadah haji, jamaah umroh pun ternyata banyak yang jadi korban penipuan. Baru semalam, misalnya, pihak KJRI di Jeddah, Saudi Arabia memulangkan 49 jamaah umroh yang  terlantar di Arab Saudi.

    “Ini bukan kasus yang pertama terjadi. Masyarakat ingin beribadah umroh, tetapi kurang cermat dan berhati-hati dalam memilih travel lalu tertipu. Ada yang gagal berangkat karena uang setoran dibawa lari, ada yang berangkat tetapi terlantar di negara-negara transit non Timur Tengah seperti Malaysia, Srilanka, India atau jadi berangkat tetapi terlantar di Arab Saudi,” kata Ledia Hanifa, anggota Komisi VIII DPR RI, usai bertemu pihak KJRI di Jeddah dalam rangka melakukan pengawasan persiapan penyelenggaraan haji 2013, Senin (11/3).

    Ditambahkan Ledia, peminat ibadah umroh di Indonesia sangat tinggi. Tahun ini saja angkanya mencapai 400 ribu orang. Hal ini rupanya dimanfaatkan pihak-pihak yang tak bertanggungjawab untuk meraih keuntungan dengan memberi iming-iming kemudahan umroh. Iming-iming yang disampaikan pada masyarakat sangat beragam, dari murahnya harga yang ditawarkan, tawaran berkedok arisan, MLM, Umroh berhadiah hingga beragam tawaran menggiurkan lainnya. Iming-iming kemudahan macam ini seringkali membuat tingkat kehati-hatian jamaah menjadi lemah dan akibatnya mudah tertipu.

    “Yang sempat saya temui di sini, mereka bahkan sudah membayar mahal, 2000 USD per orang, tetapi terlantar di Malaysia 4 hari, ketika sudah marah-marah dan memaksa berangkat ke Arab Saudi, ternyata sesampainya di Mekah dan Madinah tidak mendapatkan fasilitas memadai, tidak ada penginapan hingga harus tidur di tempat semacam gudang. Memprihatinkan sekali,” lanjut  Ledia

    Karena itu wakil pimpinan FPKS ini meminta masyarakat meningkatkan kecermatan dan kehati-hatian dalam memilih travel penyelenggara haji dan umroh. “Setidaknya lima hal harus dicermati dalam memilih travel haji dan umorh. Pertama soal visa, visa umroh atau ziarah, kedua penerbangannya pakai maskapai apa dan transit dimana saja. Ketiga, jadwal perjalanan (itinerarynya) harus sudah dipastikan untuk menjadi pegangan jamaah. Keempat dimana tempat menginap dan berapa jaraknya ke masjid. Kelima pastikan lembaga itu terdaftar, profesional dan amanah.”

    Sementara pada pemerintah, selain meminta ketegasan dalam mengusut dan menyelesaikan masalah penipuan umroh ini, Ledia juga meminta  pemerintah tidak ragu mengumumkan daftar travel bermasalah yang terbukti sudah melakukanpenyimpangan, kecurangan dan penipuan.

    “Membeberkan nama travel bermasalah adalah satu bantuan bagi masyarakat agar tidak terjerumus lagi pada masalah yang sama dan bisa menjadi warning bagi travel lain agar tidak main-main dalam melayani jamaah.”
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus