Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Hadapi Kenaikkan Harga BBM, Pelaku UKM Hanya Pasrah

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Hadapi-Kenaikkan-Harga-BBM,-Pelaku-UKM--Hanya-Pasrah.jpg
    CIMAHI-Sejumlah pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Wilayah Kota Cimahi mengaku pasrah terhadap kebijakan pemerintah yang sebentar lagi melakukan penaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka sependapat seyogyanya kenaikkan harga BBM tersebut, tidak terlalu besar karena akan sangat beerdampak kepada kenaikkan harga bahan baku produk usaha yang mereka tekuni selama ini.
     
    “Bahkan, sekarang pun meski harga BBM belum naik, harga pisang, tepung terigu dan telor sudah naik,” kata Tatik Subiyanti, pelaku UKM Sale Pisang Kelana Sari ketika diminta komentarnya perihal rencana Pemerintah menaikkan harga BBM, Rabu (19/6), di lokasi produksi Sale Pisang Kelana Sari, RT 03 RW 21, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
     
    Tatik mengungkapkan, kenaikkan harga bahan baku produk usaha sale pisangnya sudah mulai sejak beberapa hari lalu. Harga Pisang Ambon Lumut langsung dari kebun pemiliknya yang sebelumnya Rp 2.000 perkilogram, kini menjadi Rp 3.000 perkilogram. Demikian juga harga pisang muli, sama mangalami kenaikkan sampai 30 persen.
     
    “Harga telur biasanya saya membeli Rp 14.700 perkilogram, sekarang sudah Rp 17.200 perkilogramnya,” katanya.
     
    Meski harga bahan baku produksi sale pisangnya mengalami kenaikkan yang cukup signifikan, tapi Tatik mengaku belum berani menaikkan harga jual sale pisangnya. Pasalnya, persaingan produk serupa semakin banyak.
     
    “Kalau soal menaikkan harga produk, kami masih berpikir-pikir. Soalnya, khawatir pelanggan beralih ke produk lain,” katanya.
     
    Hal senada juga diungkapkan oleh Sutarya, marketing CINTEK, produsen bajigur dan bandrek Hanjuang dan Didin, bagian produksi Asmed Toys. Baik Sutarya maupun Didin,  juga menyatakan hanya bisa pasrah terhadap kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM.
    Soal menaikkan harga produksi, mereka juga mengaku belum melakukannya.
     
    “Kami masih menunggu berapa kenaikkan harga BBM-nya dan bagaimana pengaruhnya terhadap kenaikkan harga bahan baku produk,” kata Tatik.
     
    Tatik dan sejumlah pelaku UKM lainnya di Kota Cimahi berharap kepada pemerintah agar lebih memperhatikan nasib pelaku UKM. Selain jumlahnya cukup banyak, pelaku UKM juga banyak menyerap tenaga kerja, terutama masyarakat di lingkungan sekitar. (enal)
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus