Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemprov . Jabar Siap Selenggarakan Festival Kaulinan Lembur

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Nunung_Sobari_MM1.jpg
    BANDUNG- Permainan adalah bagian dari kebudayaan masyarakat, karena bermain, selain untuk bersenang-senang, juga sebagai sarana sosialisasi nilai-nilai/ norma dalam masyarakat, khususnya masyarakat di Jawa Barat. Ia menjadi lebih penting lagi karena bermain identik dengan anak-anak, yang notabene masih sangat kuat daya serap pikirannya, sehingga sosialisasi nilai-nilai ini akan mudah dicerna oleh mereka.
     
    Tidak seperti permainan modern, yang kini marak menjamah keseharian generasi muda, permainan tradisional mengandung unsur-unsur pendidikan karakter yang sangat kuat. Pada permainan Rorodaan misalnya, bisa ditemukan unsur mendidik kerjasama, karena dibutuhkan setidaknya dua orang pemain yang harus bekerjasama. Satu orang duduk di rorodaan dan yang satu lagi mendorong. Permainan lain, yaitu Babalonan Sarung, di dalamnya bisa ditemukan unsur kreatifitas yang memanfaatkan kain sarung menjadi permainan menyenangkan dengan melemparkannya tinggi ke atas hingga mengembang.
     
     Tentu saja, masih banyak permainan-permainan lain, semacam sorodot gaplok, gatrik, gasing, egrang, dll, yang mengajarkan generasi muda di Jawa Barat budaya jujur, aktif, dan yang pasti adalah bersenang-senang.
     
    Menyadari pentingnya permainan tradisional sebagai bagian dari kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat berupaya melakukan pelestarian dengan membuat kegiatan Festival Kaulinan Urang Lembur. Hal demikian, diungkapkan Kadis Parbud Jabar, Nunung Sobari dalam keterangannya kepada wartawan Jumat (6/9).
     
     
    Festival tersebut, ungkap Nunung sudah berlangsung sebanyak tiga kali. Penyelenggaraan kegiatan tersebut  terus dievaluasi agar penyelenggaraannya semakin baik. Untuk  tahun 2013 ini, Disparbud Jabar, melalui Bidang Kebudayaan, telah mengadakan beberapa perubahan dalam teknis kegiatannya.
     
    Bekerjasama dengan Komunitas Hong, Disparbud Jabar mengubah sistem pertandingan. Jika sebelumnya lebih menekankan perlombaan satu lawan satu dengan sistem gugur, kini menggunakan sistem waktu.
     
    Ada sembilan jenis permainan yang akan diperlombakan, yaitu Papancakan, Sorodot Gaplok, Babalonan Sarung, Gatrik, gasing, Rorodaan, Egrang, Bedil Jepret, dan Sumpit. Masing-masing kontingen akan memainkan semua permainan tersebut satu per satu dengan lama waktu yang telah ditentukan. Pemenang akan ditentukan dari akumulasi nilai setiap permainan yang dilakukan.
     
    Hal tersebut dilakukan agar kontingen festival tidak hanya fokus untuk menang, tapi juga melakukan yang terbaik. Hal yang lebih penting dari itu semua adalah semangat untuk belajar sambil bersenang-senang. Karena, memang maksud dari pelaksanaan Festival Kaulinan Urang Lembur adalah melestarikan kebudayaan Jawa Barat dan dengan tujuan agar generasi muda lebih mengenal permainan asli daerahnya dan memiliki semangat untuk terus menjaga eksistensinya.
     
    Pada tahun 2013 ini, Disparbud Jabar memfasilitasi sebanyak enam orang peserta untuk setiap kontingen, yang terdiri dari empat pemain inti, satu cadangan, dan satu official. Pemain yang diperbolehkan mengikuti festival ini harus berusia antara 12 s.d 15 tahun. Festival ini akan diikuti oleh 25 kontingen dari 24 Kabupaten kota (minus Kota Tasikmalaya dan Purwakarta, serta ditambah satu kontingen dari Komunitas Pecinta Monju “Ruas”).
     
    Sebelum kompetisi dimulai, akan dilangsungkan workshop yang membahas mengenai permainan  tradisional Jawa Barat, yang melibatkan siswa-siswa sekolah yang ada di sekitar Monumen Perjuangan Jawa Barat. Pelaksanaan workshop ini juga menjadi salah satu upaya melestarikan kebudayaan Jawa Barat yang menyasar pada generasi muda. (Nur)
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus