Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pekan Gebyar Jabar Berhasil Pasang 10.000 Lebih Implant

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_0141.jpg

     

    BOGORKAB-Pekan Gebyar Jabar berhasil tanam implat (Kontrasepsi KB metoda jangka menengah) pada 10.000 lebih akseptor selama sepekan di delapan kabupaten di Jawa Barat.
     
    Daerah-daerah terbesar penerima imlant, yaitu Kabupaten Bogor berjumlah 1.910, Kabupaten Cianjur 1.563 akseptor dan Kabupaten Kuningan 1.392 akseptor.
     
    Hal demikian disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Ir. Siti Fathonah dalam laporannya, Senin (30/9) di Desa Cariu Kecamatan Cariu Kab. Bogor saat penutupan Pekan Gebyar Jabar Tengah.
     
    Menurut Siti Fathonah, selama sepekan dari Tanggal 24 sd. 30 September di 8 delapan Kabupaten kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan selain pemasangan imlant, yaitu : memperbaharui papan monografi desa disesuaikan dengan Permendagri No. 13 Tahun 2012 ; Pembenahan peta keluarga di tingkat RT sebanyak 54 RT. Terbanyak dalam pembuatan PETA yaitu Kab. Sumedang dengan 19 peta.
     
    Pada puncak acara di Cariu Kab. Bogor, dilaksanakan "Gerebeg Pasar" melalui kegiatan pemasangan logo, pesan dan slogan KB serta pemasangan stiker KB di 21 buah angkot, juga pembagian celemek berpesan KB, demikian Siti Fathonah.
     
    Gubernur Jabar dalam sambutan yang dibacakan Asisten Kesra Setda Prov. Jabar, Ahmad Hadadi mengapresiasi kegiatan pekan gebyar ini. Oleh karena itu Pemprov. Jabar mendukung upaya Perwakilan BKKBN dalam melakukan advokasi dan edukasi program kependudukan dan keluarga berencana  terhadap masyarakat. Melalui program ini diharapkan warga Jawa Barat memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku hidup sehat untuk pembangunan keluarga berencana sekaligus kepedulian masyarakat dalam menggunakan kontrasepsi dan juga pendewasaan perkawinan serta peningkatan kesejahteraan keluarga yang berkualitas.
     
    Di masa mendatang, saya melihat bahwa masalah kependudukan di Jawa Barat ini masih menjadi tantangan jadi perlu adanya kerjasama erat semua pihak baik pemerintah, pemerintah daerah termasuk masyarakat, jelas Gubernur.
     
    Gubernur menyoroti secara khusus peran PKK dan posyandu. PKK dan Posyandu ini harus diberi peran dan didorong oleh semua pihak sehingga menjadi garda terdepan dalam peran pemberdayaan masyarakat termasuk upaya pembinaan ketahanan keluarga.
     
    Oleh karena itu, lanjut gubernur, agar kegiatan edukasi dan advokasi pemberdayaan masyarakat khususnya dibidang keluarga berencana tidak terhenti pada berakhirnya kegiatan Pekan Gebyar Jabar Tengah ini, melainkan menjadi titik tolak untuk bersinerji guna meraih suksesnya program kependudukan dan keluarga berencana di Jawa Barat, demikian harapan Gubernur.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus