Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Festival Angklung Iringi Peringati Hari Angklung Internasional

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_ang00211.jpg
    BANDUNG-Peringatan Hari Angklung Internasional merupakan salah satu wujud penghargaan dunia internasional atas keberadaan potensi budaya asal Jabar itu. Angklung sebagai warisan dunia diperingati pada setiap tanggal 16 November.
     
    Bertepatan dengan peringatan Hari tersebut, Pemprov. Jabar bekerjasama dengan pengelola Saung Udjo memperingati kegiatannya melalui acara seremonial pertunjukkan angklung serta festival permainan Angklung.
     
    Acara tersebut berlangsung di Saung Udjo, Jalan Padasuka Kota Bandung (16/11). Hadir pada Acara tersebut, Wagub Jabar, H. Deddy Mizwar.
     
    Peringatan Hari Angklung Internasional juga dihadiri kalangan pelajar SMA dari beberapa Kota di Jabar, antara lain : Kota Bandung, Bekasi dan Bogor serta Kabupaten Garut.
     
    Anggota DPR RI, Popong Otje Djunjunan, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan
    Produk budaya merupakan hal yang membedakan kelebihan manusia dibanding makhluk lain. Demikian pula   Angklung sebagai hasil  budaya manusia Jawa Barat memiliki kelebihan dibandingkan budaya lainnya.
     
    Angklung, dalam konteks pengembangan Pariwisata bisa sebagai industri seni dan budaya. Namun dalam perkembangan selanjutnya ada beberapa proses yang harus dijalani, yaitu mulai dari penyediaan bahan baku yaitu bambu, kreasi produknya, produk musiknya sampai pemasaran.
     
    Indonesia, mempunyai bahan baku bambu yang banyak.Potensi bahan baku bambu melimpah di seluruh daerah.
     
    Sementara itu Wagub Jabar, H. Deddy Mizwar dalam pertemuan tersebut menjelaskan secara historis keberadaan angklung mulai ada tahun 1930an sebagai alat ritual . Melalui kreativitas dari Daeng Sutikna akhirnya bisa  dinikmati seperti sekarang ini.
     
    Angklung ditinjau secara Filosofis,merupakan  penghargaan atau keanekaragaman dan bisa berinteraksi bersama-sama secara harmoni. Angklung diakui dunia sehingga kini menempati posisi terhormat.Terkait hal tersebut, pengukuhan angklung sebagai warisan dunia harus terus dilestarikan.
     
    Wagub, dalam keterangannya secara terpisah kepada wartawan mengatakan sebagai rangkaian dari upaya pelestarian Angklung mulai sekarang perlu disosialisasikan gerakan penanaman pohon bambu kepada semua elemen masyarakat. Langkah ini dimaksudkan untuk mengamankan persediaan
    bahan baku untuk Angklung yaitu bambu.
     
    Sementara itu, Kadis Parbud Jabar,  Nunung Sobari ,dalam keterangannya secara terpisah kepada jabarprov.go.id mengatakan Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan dalam rangka pelestarian Angklung sebagai warisan budaya sudah mempunyai langkah maju.
     
    Hal tersebut, salah satunya diimplementasikan dalam rencana kebijakan yaitu membuat  laboratorium angklung di sekolah-sekolah.
     
    Rencana tersebut, harus  disambut positif, yang tentunya untuk teknis pelaksanaannya termasuk  kurikulum merupakan kewenangan pihak Kementerian Pendidikan Nasional.
     
    Perihal penanaman bambu perlu direspon, karena pohon bambu banyak yang unik, termasuk didalamnya kualitas. Kelebihan tanaman bambu mudah untuk ditanam dan bisa ditebang dalam waktu cepat. Namun,gerakan penanaman pohon bambu harus terkoordinasi sehingga perlu ada instruksi. Khusus untuk internal OPD di lingkungan Pemprov. Jabar, dapat dilaksanakan  melalui  BPPMD dan Dinas Kehutanan, jelasnya.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus