Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Contoh Yang Baik Bidang pendidikan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/YAN_9906web.jpg
    BEKASI-Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional Taufikurrahman Saleh menyatakan pendidikan sangat vital dalam membentuk sumberdaya manusia yang unggul. Sehingga mustahil bila kemajuan sebuah bangsa tanpa diikuti dengan kualitas pendidikan yang baik. "Melalui pendidikan menjadi penopang kemajuan bangsa. Untuk menjadi bangsa yang unggul harus melalui pendidikan yang unggul pula," ujarnya.
     
    Hal itu, ditegaskan Taufik saat acara pembukaan Seminar Nasional Puncak Acara Gebyar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) di Aula Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jl Kartini No.24 Kota Bekasi, Kamis (5/12) pagi. Adapun Tema yang digelar yakni; Tetap Setia Pada Amanah dan Panggilan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.
     
    Lebih lanjut Taufik menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi contoh yang baik bagi wilayah lain dalam memajukan pendidikan. Untuk itu atas prestasi yang diraih Pemprov Jabar, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. "Raihan prestasi yang banyak diukir Ahmad Heryawan menjadi pertimbangan kuat bahwa beliau layak menjadi calon presiden," tuturnya.
     
    Taufik menilai saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu membawa bangsa ini menjadi maju dan unggul. Di saat kita kesulitan mencari figur pemimpin di tingkat nasional, maka sudah saatnya melirik sosok pemimpin di level daerah. "Gubernur Jawa Barat layak menjadi calon presiden mendatang," ungkapnya.
     
    Senada dengan Taufik, Ketua Umum BMPS Ahmad Fathoni menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat peduli terhadap pengembangan perguruan swasta. Untuk itu BMPS memberikan "reward" kepada Pemprov Jabar sebagai Pemerintah yang Peduli Pendidikan. Pada kesempatan itu Fathoni mendesak Komisi Penyiaran Indonesia untuk lebih selektif dalam memilih memilah dan menilai sejumlah produk siaran yang akan berdampak pada perkembangan jiwa siswa. Jangan sampai tontonan yang tidak baik menjadi tuntunan bagi anak didik.
     
    Saat ini, lanjut Fathoni, guru menjadi obyek politik praktis. Dimana disejumlah wilayah, terjadi seorang guru yang menjadi tim sukses bagi calon tertentu. Kondisi tersebut memprihatinkan karena banyak guru yang tidak lagi fokus dalam pengajaran. Apalagi ada iming-iming bagi guru yang menjadi timses, diantaranya janji akan diangkat jadi pegawai tetap. Dan untuk itu  BMPS menyerukan anggotanya agar  tidak memilih para calon legislatif (caleg) yang tidak pro pendidikan swasta. Apalagi bila caleg tersebut pernah bersentuhan dengan kasus pidana.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus