Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ikan Dewa dan Terapi Ikan Gararupa

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_7989.jpg

    KUNINGAN-Ikan Kancra Bodas atau Ikan Dewa dan Ikan Gararupa memiliki daya pikat tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Obyek Wisata Cibulan, Desa Maniis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. “Rata-rata para pengunjung atau wisatawan, baik wisatawan domestic maupun wisatawan mancanagara penasaran dengan dua jenis ikan yang ada di Kolam Cibulan,” kata Ujang salah seorang petugas Obyek Wisata Cibulan kepada jabarprov.go.id. Senin (30/12).

    Yang pertama, Ikan Dewa, tutur Ujang,  mengundang penasaran para wisatawan karena cerita yang berkembang di masyarakat setempat perihal ikan tersebut. Ikan Dewa yang ada di kolam Cibulan ini konon dahulunya adalah prajurit-prajurit yang membangkang atau tidak setia kepada pemerintahan Prabu Siliwangi. Prajurit-prajurit tersebut, konon dikutuk oleh Prabu Siliwangi sehingga menjadi ikan. Benar tidaknya cerita tersebut, Wallahu ‘A’lam. Berapa jumlahnya ikan tersebut?

    “Tidak ada yang tahu perihal jumlah ikan tersebut. Ikan-ikan tersebut terdapat di dua buah kolam besar. Kolam pertama berukuran 35 meter X 15 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter. Sedangkan kolam kedua berukuran 45 meter X 15 meter, dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama kedalamannya 60 centimeter. Sedangkan bagian kedua, kedalamannya mencapai 120 centimeter,” katanya.

    Setiap, sebulan sekali, yaitu minggu ketiga pada hari Jum’at Kliwon, kolam-kolam tersebut, dikuras. Apabila kolam dikuras, kata Ujang, ikan-ikan tersebut akan hilang. Namun, saat kolam diisi air, ikan Dewa tersebut kembali lagi. Berdasarkan pantauan jabarprov.go.id, banyak para pengunjung yang ingin memangku atau dicium oleh Ikan Dewa tersebut. Para wisatawan itu ingin dipoto ketika memangku atau sedang dicium oleh Ikan Dewa.
    “Aneh, ketika saya bercebur ke air dan berusaha hendak menangkapnya, ikan-ikan tersebut sangat lincah. Tapi, ketika ditangkap oleh pawangnya, tampak jinak dan bisa dipangku serta diciumkan kepada wisatawan,” kata Teguh, salah seorang wisatawan dari Kabupaten Cilacap.

    Sedangkan yang kedua, Ikan Gararupa yang menempati kolam yang berada di sebelah barat kolam Ikan Dewa. Ikan-ikan sebesar ibu jari dan telunjuk tangan orang dewasa itu digunakan untuk terapi memperlancar peredaran darah. “Ikan Garapura ini besaral dari Turki. Kami membelinya di Lippo Karawaci dengan harga satu kilogram Rp 2 juta,” kata Ujang.

    Setiap 20 ekor ikan Gararupa ditempatkan dengan 1 kilogram ikan Nilem pada sebuah kolam yang sudah dibagi-bagi menjadi kolam-kolam kecil. Kemana saja Ikan Gararupa bergerak dalam kolam tersebut, selalu diikuti oleh Ikan-Ikan Nilem. Ikan-ikan tersebut akan mematuk-matuk kulit telapak dan jari kaki wisatawan yang mencelupkan kakinya ke kolam terapi tersebut. “Satu kali terapi sepuasnya, tidak dibatasi waktu, Rp 5.000. Sedangkan tiket untuk masuk ke Kompleks Obyek Wisata Cibulan, orang dewasa Rp 15.000 dan anak-anak Rp 13.000 per orang,” katanya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus