Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wamentan Berikan Kuliah Umum Kepada Petani Karawang

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8037.jpg

    KARAWANG-Guna membedah masalah Kronis Pertanian di Republik Indonesia Wamentan RI memberikan kuliah umum kepada para pelaku tani di kabupaten Karawang. Kunker tersebut di jamu oleh Bupati Karawang H. Ade Swara, Selasa (14/1). Wamentan RI Dr. Rusman Heriawan datang bersama Rektor Universitas Trilogi Jakarta Prof Asep Saefudin dan juga Ketua Yayasan Damandiri Prof dr. Haryono Suyono Dan jajaran Kementrian Pertanian lainnya.

    Bupati dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa “Perkembangan yang signifikan di Kab Karawang terutama di bidang pembangunan perlu seimbang dengan kesedian SDM, pembangunan alih fungsi lahan pertanian yang saat ini terjadi itu desain tata ruang yang merencanakan di saat saya pribadi belum menjadi Bupati” demikian Ujarnya.

    Kabupaten Karawang tidak akan  memberi izin untuk alih fungsi lahan pertanian. Agar lahan pertanian yang ada sekarang tetap terjaga. Satu sisi memang sulit mengharmoniskan suatu daerah yang mempunyai lahan Pertanian dan Perindustrian secara bersamaan menjadi kebanggaan level nasional.” Tuturnya

    Bupati pada sambutannya berharapan agar para pelaku tani ikuti Kuliah ini. Serap ilmunya dan terapkan untuk di Kabupaten karawang khsusnya, agar Pertanian di Kab Karawang bisa senantiasa memiliki potensi yang bisa memberikan kontribusi pada level Nasional, demikian bupati.

    Sementara itu dalam kuliah umumnya Wamentan RI  Dr. Rusman Heriawan memberikan materi mengenai masalah kronis Pertanian di Indonesia Wamentan menjelaskan “ itu penyebabnya antara lain Penyuluh atau tenaga Pertanian sangat kurang diseluruh daerah di Republik Indonesia ini. Kami sangat kewalahan. Program sebagus apapun tidak akan capai hasil maksimal karena tidak sesuai dengan pelaksanaan di lapangan karena tidak mendukung dalam hal SDM nya.“ujarnya

    Lebih lanjut penyebab lain yaitu yaitu anomali iklim dan gejolak harga pangan. Juga  keengganan anak muda untuk mekanisasi pertanian. Kemudian belum memadainya infrastruktur pertanian. Dan terakhir lemahnya sektor agribisnis dan industri hilir. Selama ada faktor penghambat itu maka upaya untuk meningkatkan produksi padi tidak akan maksimal” tutupnya

    Pada kesempatan itu yang menjadi peserta kuliah umum antara lain pelajar mahasiswa di sekitar Kab Karawang, pelaku tani ( Gapoktan). Penyuluh pertanian se Kab Karawang, dan jajaran Dinas Pertanian dan juga BP4K hadir pula Kepala dinas terkait, Kadarisman MP Kadis Tanhutbunnak Karawang dan Nahrowi M Nur Kepala BP4K Karawang. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus