Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wabup dr. Cellica Salurkan Bantuan Logistik Kepada Korban Banjir di Kecamatan Cilebar Kab Karawang

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8139.jpg

    KARAWANG- Bencana banjir yang sudah terjadi kurang lebih dua minggu, Wabup Karawang juga memperhatikan masyarakat Kabupaten Karawang yang terkena banjir yang mungkin terjadi hampir diseluruh daerah di Karawang, Wakil Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar pada akhir pekan lalu Sabtu (25/1).

    Dalam penjelasannya menurut Wabup, musibah ini bukan kemauan manusia, tetapi fenomena alam yang sulit dicegah. Namun begitu, pemerintah Kabupaten dan DPRD yang pada kesempatan itu hadir bersama ketua DPRD Tono Bahtiar, kedua nya yang merupakan dari pihak perwakilan Pemerintah dan Legislatif kedepan akan berupaya menangani yang terjadi di beberapa wilayah Karawang, termasuk di Desa Pusakajaya Utara ini. Wabup juga menyampaikan, masyarakat yang kena banjir jangan merasa dikucilkan, pemerintah pun sangat memperhatikan dan membantu semua kebutuhan korban banjir. “Ini adalah musibah yang harus kita hadapi dengan tawakal, kedepan kita akan berupaya menangani bagaimana penanganan banjir seperti ini,” jelasnya.

    Sementara itu Kepala Desa Pusakajaya Utara, Warman menjelaskan, selama seminggu korban banjir mengungsi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI), karena area TPI tanahnya lebih tinggi dibanding pemukiman setempat. Dia menceritakan, selama seminggu ini para korban banjir meninggalkan rumah-rumah mereka, karena ketinggian banjir di luar rumah mencapai 1,5 meter.

    “Selama seminggu warga yang kebanjiran tidur di pelelangan, mereka tidak bisa ke rumahnya, karena banjirnya tinggi. Kita suplai kebutuhan pengungsi di pelelangan ini,” kata Warman

    Menurut data yang didapat Selama sepekan terakhir ini, sebanyak 260 rumah di desa itu terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter. Banjir disebabkan derasnya air Sungai Ciwadas akibat curah hujan tinggi, sedangkan di laut terjadi air pasang, sehingga air sungai dan air laut bentrok tidak bisa mengalir dari hulu ke muara

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus