Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dadang Naser Serahkan Dana Bergulir Rp 2 Milyar Untuk Kopaga

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8299.jpg

    BANDUNGKAB-Koperasi Pasar Warga (Kopaga) Sauyunan kembali mendapat kepercayaan pemerintah untuk mengelola dana bergulir senilai Rp. 2 milyar. Dana yang berasal dari Kementerian Koperasi dan UKM tersebut, diserahkan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, saat meresmikan Kantor Kopaga di Desa Sangkanhurip Kecamatan Katapang, Minggu (16/2).

    “Pemberian dana bergulir ini, merupakan salah satu bentuk kepercayaan pemerintah kepada koperasi yang telah menunjukan kinerjanya dengan benar dalam pengertian telah mampu memberikan kesejahteraan kepada anggotanya”, kata H. Dadang M. Naser.

    Menurutnya, banyak faktor yang menentukan maju mundurnya sebuah koperasi. Diantaranya faktor pengelolaan oleh pengurus koperasi itu sendiri. Jika pengelolaan koperasi dilakukan secara sehat, maka koperasi pun akan berkembang secara sehat pula.

    Organisasi koperasi kata H. Dadang M. Naser, lebih penuh dengan aspek manusia, selain aspek ekonomi dan bisnis manajemen. “Maka agar koperasi itu lebih maju, mandiri dan bisa berdaya saing, maka diperlukan pendekatan yang mempertimbangkan wawasan komprehensif seperti ekonomi manajerial, bisnis, sosial budaya, psikologi dan hukum”, tambahnya pula.

    Dalam setiap melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT), para pengurus koperasi perlu mengkaji dan mempertimbangkan berbagai dinamika yang diusulkan para anggota. Karena keputusan yang diambil dalam RAT, akan menentukan maju mundurnya sebuah koperasi.

    Kopaga “Sauyunan” sampai saat ini memiliki jumlah anggota sebanyak 1.302 orang dengan total aset senilai Rp. 7,36 milyar. Sementara pada tahun 2012, total aset sebesar Rp. 5,34 milyar dengan jumlah anggota 1.063 orang. “Alhamdulillah dari tahun ketahun ada penambahan jumlah anggota dan aset yang dikelola Kopaga Sauyunan” kata Ketua Pengurus Kopaga Sauyunan Djedje Djaenudin.

    Djedje Djaenudin merasa optimis dengan keberlangsungan koperasi yang dikelolanya. Mengingat potensi usaha yang ada di Desa Sangkanhurip sangat beragam dan membutuhkan uluran permodalan. “Di desa ini banyak kegiatan warga yang berusaha dibidang konveksi, pengrajin tas, sangkar burung, pengrajin tahu tempe, petani dan pedagang, mereka rata-rata lemah dalam aspek permodalan” kata Djedje Djaelani.

    Kehadiran koperasi di daerah, kata Djedje, sedikitnya bisa memutus mata rantai kegiatan rentenir yang selama ini kerap menjerat para pengrajin bermodal lemah. “Mereka menawarkan proses pinjaman cepat, namun ujung-ujungnya berbunga sampai 20 hingga 25 persen, sangat memberatkan bagi para peminjam”, demikian Djedje.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus