Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Minta Penyuluh Edukasi Petani Untuk Tidak Jual Lahan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8352.jpg

    SUKABUMI - Masyarakat petani, ternyata, lebih membutuhkan pendampingan intensif para penyuluh daripada bantuan subsidi pupuk dan sarana produksi atau semacamnya. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan hal itu di acara diskusi terbuka dengan penyuluh pertanian, perikanan, dan kehutanan di Salabintana, Kabupaten Sukabumi, Senin, (24/02).

    "Saya pernah bertanya ke para petani; lebih penting mana pupuk, bibit unggul, atau para penyuluh? Petani berkata, lebih penting penyuluh," tutur Gubernur saat berbicara di hadapan sekitar 1.000 penyuluh pertanian.

    Gubernur Heryawan mengemukakan hal tersebut untuk menegaskan kembali posisi vital penyuluh bagi para petani. Karenanya, masih menurut Heryawan, para penyuluh perlu terus menerus membangun semangat karena perannya sangat sentral dalam kemajuan sektor pertanian.

    Dalam dialog dengan para sahabat petani itu, selain memotivasi, Gubernur juga membekali penyuluh dengan sejumlah kebijakan dasar pertanian di Jawa Barat.

    Dikatakan, sebagian besar petani di Jawa Barat melakukan budidaya di lahan basah berupa persawahan, sebab sumberair cukup dan masih terjaga kualitasnya.

    "Masalahnya, ada yang memaksakan diri menanam padi. Mari kita imbau petani agar tidak memaksakan tanam padi di lahan yang tidak cocok untuk sawah. Kalau bukan lahan basah, cukup tanami hoktikultura karena hasilnya pasti lebih besar," paparnya.

    Selain topik teknis pertanian, Gubernur yang tengah kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) menggarisbawahi permintaan khusus --yang tidak berhubungan langsung dengan soal budidaya-- kepada para penyuluh.

    Heryawan meminta secara khusus kepada penyuluh mengedukasi petani agar tidak menjual lahannya untuk keperluan nonpertanian. Hal ini penting untuk meminimalkan alih fungsi lahan pertanian, dan menjaga aset para petani.

    "Jika petani menjual lahanya untuk modal ke kota, dan ternyata usahanya tidak berhasil, mereka tidak memiliki lahan lagi bila akhirnya terpaksa kembali ke desa," jelas Gubernur Heryawan.

    Kepada segenap penyuluh pertanian se-Jawa Barat, Heryawan mengajak untuk mempertahankan peran sentral provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional.

    "Tanpa para penyuluh pertanian, posisi Jawa Barat sebagai penyangga utama ketahanan pangan nasional sulit dipertahankan. Karenanya, para penyuluh adalah pahlawan-pahlawan pangan," tegasnya.

    Usai dialog, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau pameran produk kerajinan para petani.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus