Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kondisi Perekonomian Jawa Barat

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8498.jpg

    BANDUNG-Asisten Perekonomian Pemprov. Jabar, Yerry Yanuar, ketika menjadi nara sumber dalam seminar yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Selasa (18/3), bertempat di Kantor BI, Jalan Braga mengungkapkan kondisi perekonomian di Jabar.

    Menurutnya,  untuk pembangunan ekonomi daerah  sudah dievaluasi. Hasil evaluasinya, bahwa pembangunan di  Jabar harus lebih ditingkatkan lagi. Mengingat  besaran  PDRB di Kota/Kabupaten tidak merata. Hal yang harus diperhatikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yaitu  dipacunya industri pengolahan dengan memanfaatkan potensi lokal. 

    Kemudian, tantangan lainnya dalam penyelenggaraan  pembangunan ialah patut diwaspadai beralihnya lahan pertanian ke lahan untuk industri, jelas Yerry. 

    Masalah lainnya, yaitu tentang kemiskinan  yang kini mencapai 5%. Diakuinya, bahwa masalah kemiskinan  ini harus yang menjadi perhatian. Salah satu wilayah kantong kemiskinan  diantaranya  ada di Pantura dengan pekerjaan terbanyak sebagai buruh tani. Juga di Jabar  Selatan paling banyak berprofesi sebagai buruh perkebunan. Jika kondisi ini dibiarkan, lanjut Yerry, akan melahirkan konflik sosial. Untuk itu penanganannya, perlu ada lapangan pekerjaan baru sehingga memacui daya beli masyarakat. Masalah lain yang harus menjadi perhatian adalah kelangkaan energi akibat perkembangan jumlah kendaraan yang mencapai 12 persen, ujarnya.

    Yerry menjelaskan, bahwa kondisi di Jawa Barat beberapa indikatornya, yaitu Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar  1,64 persen,  pengangguran 1,83 juta,  dan Rata-rata  Lama Sekolah (RLS),  8,2 tahun.  

    Atas dasar kondisi eksisting itu dan dalam upaya meningkatkan skill tenaga kerja perlu ditambah sekolah menengah kejuruan (SMK). Melalui SMK akan menghasilkan calon naker terlatih yang siap mengisi pekerjaan di industri-industri. 

    Selanjutnya, untuk mendorong penguatan UMKM, telah dipayakan melalui program KCR dengan suku Bungan sebesar 8,3 persen. Selain itu, ujar Jerry Pemprov. Jabar menyiapkan ruang yang atraktif untuk pengembangan investasi dan dunia usaha, diantaranya bandara Majalengka dan Pelabuhan cilamaya. (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus