Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Hj. Nurlatifah, Buka Pelatihan Desain Keramik

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8944.jpg

    KARAWANG-“One Village One Product Kerajinan yang harus dimiliki semua desa di seluruh Kab Karawang guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Itu menjadi cita cita saya sebagai Ketum  Dekranasda Kab Karawang.

    Bagi desa atau kelurahan yang sudah memiliki produk, agar meningkatkan kualitasnya dengan lebih creative supaya bisa bersaing, karena di Tahun 2015 mulai dilaksanakan pasar ASEAN. Product dari 11 negara di jual bebas  dan productnya mungkin variatif dan bersaing untuk dipasarkan. Bagi yang belum memiliki product, dituntut untuk terus menciptakan inovasi dengan ciri khas daerah.

    Hal demikian dijelaskan Ketum Dekranasda Kab. Karawang, Hj. Nurlatifah, Rabu (28/5) saat berkunjung ke Kelurahan Tanjung Pura Karawang Barat dalam rangka membuka  pelatihan desain kramik bagi pengrajin gerabah.

    Pada kesempatan itu, Hj Nurlatifah, memberikan secara simbolis alat pengrajin kepada peserta pelatihan. Turut mendampingi Hj Nurlatifah jajaran Pemerintah yang menjadi Leading Sector yaitu Kadisperindagtamben Ir Hanafi, Kadiskop UMKM Asep.

    Sementara itu menurut Kadisperindagtamben Ir HAnafi yang juga ketua Harian Dekranasda melaporkan, “kegiatan pelatihan ini selama tahun 2014 sudah dilakukan antara lain pelatihan kerajinan paralon, tas kulit dan saat ini keramik dari gerabah. Pelatihan gerabah ini dilakukan dari mulai hari ini Rabu (28/5) hingga (30/5), tiga hari lamanya. Untuk pelatihnya didatangkan langsung dari Bandung. Adapun tujuannya, yaitu untuk peningkatan kualitas produk dari bahan gerabah. Pelatihan ini juga untuk menyongsong datangnya pasar ASEAN dimana product akan bersaing dari 11 negara. Sumber dana pelatihan ini  dari APBD Kab Karawang tahun 2014,”ungkapnya.  

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus