Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bupati Mediasi Antara Buruh dan Perusahaan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8985.jpg

    KARAWANG-Unjuk Rasa yang terjadi sudah hampir seminggu itu,  tepatnya pada hari Kamis (5/6) mulai meredup. Hal ini karena Bupati Karawang H. Ade Swara dan Tim Terpadu Penangangan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Kab Karawang terjun langsung dan menengani unjuk rasa tersebut.

    Bupati tengahi unjuk rasa itu bersama antara lain Perwakilan Kepolisian, Kejaksaan, dan Kesbangpol bersama pihak Perusahaan PT. Ultra Prima Abadi yang ada di Wilayah Desa Walahar Kec Klari. Perusahaan yang salah satu produksinya yaitu makanan biskuit yang pemasarannya sampai level Nasional.

    Bupati H. Ade Swara dan rombongan datang tepat siang hari adzan Dzuhur, menggunakan Bus Pemkab Karawang disambut shalawat oleh pengunjuk unjuk rasa yang berjumlah 1300 Buruh yang merupakan Korban yang secara sepihak dinyatakan mengundurkan diri karena melakukan aksi mogok kerja. Tujuan Bupati Karawang datang sendiri untuk jemput bola, karena Pihak Owner PT UPA tidak memenuhi atau mengindahkan panggilan tepatnya sudah tiga kali undangan Pemkab untuk mediasi di kantor Bupati. Bupati berusaha untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya yang terjadi pada 1300 Buruh ini.

    Dari pihak perusahaan dalam hal ini perwakilan Owner yaitu HRD manajemen menjelaskan, bahwa “kami sudah memberikan tenggang waktu sejak 21 april lalu apabila yang Mogok Kerja ingin kembali bekerja, maka harus melamar kembali paling lambat Tanggal 14 Mei. Namun dari 1300 orang itu, hanya 400 yang melamar kembali, sedangkan 900 orang memilih tidak, karena alasan tertentu. Mengingat produksi harus terus berjalan, maka kami rekrut tenaga baru  agar produksi normal kembali dan mereka yang tidak melanjutkan atau mantan pekerja bisa ambil uang lepas”, ujarnya.

    Dari Pihak Serikat Kerja mengatakan “ini sudah tidak bisa ditoleransi". Karena menurut pihak Serikat Pekerja, tenaga 1300 buruh ini dipaksa untuk mengundurkan diri. Mungkin lebih manusiawi bisa diberikan Pesangon, tapi Perusahaan hanya menyanggupi uang lepas yang meyamaratakan masa kerja yang lama dan baru. Kami harap agar perusahaan menghargai kedatangan Bupati Karawang untuk mediasi karena beliau atas nama pimpinan Kab Karawang membela buruh”, ungkapnya

    Bupati Karawang pada kesempatan itu menegaskan, “agar pihak perusahaan bisa menerima kembali Buruh yang dinyatakan mengundurkan diri itu dan Perusahaan mau mempekerjakan kembali 1300 tenaga kerja yang sudah terlanjur dinyatakan mundur. Alasan Bupati itu, agar suasana stabilitas dan kondusif terjaga. Apalagi diantara 1300 karyawan yang tersebut adalah warga setempat.

    Mediasi yang dilakukan bupati dengan perusahaan berjalan dari jam 12 siang hingga jam 8 malam, namun belum membuahkan hasil. Pihak perusahaan tetap pada pendiriannya dan pihak HRD perusahaan akan berbicara dulu dengan pihak owner. Pertemuan selanjutnya akan  ditentukan dalam waktu berikutnya.

    Selanjutnya pihak bupati sempat menemui para buruh dan menjelaskan hasilnya. Kepada buruh bupati berharap, agar para buruh tetap sabar, semoga semua ini bisa menghasilkan hal yang terbaik. Saya atas nama pribadi dan Pemerintah menghimbau untuk segala hal dilakukan dengan ibadah, insya Alloh akan berkah dan menghasilkan hasil yang baik.  

    Saya akan terus berupaya agar bisa memberikan yang terbaik bagi kalian semua. doakan kami agar kami bisa membuat pihak perusahaan bisa merekrut kembali kalian dengan menemui kesepakatan dengan pihak perusahaan”, ungkap Bupati.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus