Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kab. Bandung

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9063.jpg

    BANDUNGKAB-Sebanyak tiga SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dilingkungan Pemkab Bandung, kini dilibatkan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Keterlibatan ketiga SKPD tersebut sangat diperlukan sebagai fasilitator dan regulator pengembangan usaha.

    “Namun saya mengingatkan, keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif tidak semata-mata menjadi tanggungjawab pemerintah semata, namun menuntut peran serta masyarakat khususnya para pelaku usaha itu sendiri”, tandas Bupati Bandung H. Dadang M. Naser., SH, S.Ip dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Drs. H. Juhana, M.MPd ketika membuka Sosialisasi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Bale Sawala-Soreang, Senin (16/6).

    Sosialisasi diikuti sejumlah pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), akademisi, pengurus Dekopinda dan sejumlah Kasie Pemberdayaan Masyarakat dari 31 Kecamatan.

    Menurut Dadang M. Naser, SKPD yang turut terlibat langsung dalam pengembangan ekonomi kreatif masyarakat, diantaranya Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Pemuda, Olahraga & Pariwisata (Dispopar) dan Dinas Pertanian, Perkebunan & Kehutanan (Distanbuthut).

    Untuk pelatihan produksi, kelembagaan, manajerial dan pelatihan kemasan, kata Dadang M. Naser difasilitasi oleh Diskoperindag. Dinas tersebut ditugaskan pula untuk memfasilitasi promosi dan pengembangan usaha bersama-sama dengan Distanbunhut. “Dalam setiap event pameran baik lokal maupun internasional, kita ikut sertakan produk ekonomi kreatif hasil masyarakat Kabupaten Bandung bekerjasama dengan Dekranasda Kabupaten Bandung”, kata Dadang M. Naser.

    Potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Bandung menurut Kabag Koordinasi Perekonomian Drs. U. Suska Puji Utama, M.Si cukup melimpah. Mengingat sumber daya alam dan sumber daya manusia-nya, cukup tersedia. “Untuk pemasaran pun tidak begitu sulit, karena letak geografis Kabupaten Bandung sangat dekat dengan pusat ibukota Provinsi Jawa Barat”, kata U. Suska Puji Utama.

    Ia mencontohkan industri kerajinan lukisan di Jelekong Kecamatan Baleendah, kini sudah dilirik oleh para turis mancanegara. Demikian juga dengan industri kerajinan wayang golek kini sudah memiliki pangsa pasar tersendiri. “Kebetulan sentra kedua jenis kerajinan ini berada ditempat yang sama yaitu Jelekong”, tambahnya.

    U. Suska Puji Utama mengakui, pihaknya kini tengah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan ekonomi kreatif yang ada di 31 kecamatan. Langkah ini sengaja ditempuh untuk memudahkan dalam pemberian bimbingan kepada para pelaku usahanya.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus