Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Panglima Setujui Aset TNI menjadi RTH

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9237.jpg

    INDRAMAYU 11/07/2014 – Panglima Daerah Militer III Siliwangi menyetujui tanah dan asset TNI yang ada di Indramayu dijadikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) oleh Pemkab Indramayu. Dengan berubah fungsi  menjadi RTH maka manfaatnya akan banyak dinikmati oleh masyarakat banyak.

    Menurut Pangdam III Siliwangi, Mayjen. Dedi Kusnadi ketika bertemu dengan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah, Jum’at (11/07/2014) keinginan Pemkab Indramayu tersebut telah mendapatkan persetujuan Panglima TNI bahwa asset TNI akan ditukar guling oleh Pemkab Indramayu.

    Aset tanah TNI yang akan dijadikan ruang terbuka hijau yakni komplek TNI yang berada di Jalan Siliwangi belakang Kantor PLN hingga perbatasan dengan Kantor Pos seluas 2 hektar. Tanah tersebut saat ini masih ditempati oleh purnawirawan TNI dan keluarganya sekitar 17 kk.

    Keinginan Pemkab Indramayu dan TNI untuk menjadikan tempat itu sebagai RTH nampaknya kurang  berjalan mulus. Pasalnya asset tanah TNI tersebut telah berertifikat dan dimiliki oleh seseorang warga keturunan yang berdomisili di Bandung, padahal status tanah tersebut sampai dengan saat ini masih tercatat sebagai tanah TNI atau tanah negara.

    “Saat ini kami tengah selidiki keluarnya sertifikat tanah ini, apa alasannya BPN mengeluarkan sertifikat tanah ini pada tahun 1992. Padahal tanah ini awalnya merupakan tanah yang dijadikan sebagai markas TNI. Penggunaan tanah ini untuk dijadikan sebagai RTH sudah mendapatkan ijin dari Panglima TNI,” tegas Pangdam.

    Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah mengatakan, rencana tukar guling tanah TNI tersebut merupakan kelanjutan dari pengembangan bantaran Kali Cimanuk. Saat ini jika proses pmabngunan bantara Cimanuk dan PKL sudah beres maka selanjutnya disediakan RTH ditengah-tengah kota Indramayu maka yang menjadi titik lokasinya adalah eks Kantor Kodim lama yang berada di Jalan Siliwangi.

    Sedangkan salah satu tokoh Indramayu yang mengetahui kronologis dan perjalanan tanah TNI tersebut yakni DR. Irianto MS. Syafiuddin berharap rencana tersebut tidak menimbulkan konflik. Pemkab Indramayu dan TNI harus mendapatkan solusi tepat terutama untuk para penghuni yang telah mendiami lokasi tersebut.

    “Dulu ketika saya kecil, lokasi ini merupakan tempat bermain saya dan disini merupakan markas tentara yang sangat disegani. Kini setelah markas Kodim dipindah ke lokasi yang baru tempat ini menjadi tempat tinggal oleh para purnawirawan TNI dan keluarganya,” kata Yance.
    (deni/humasindramayu)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus