Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pengembangan Tanaman Kopi Serap 20.000 Tenaga Kerja

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9459.jpg

    SELAIN dikenal sebagai sentra pengelolaan susu sapi, Kecamatan Pangalengan yang berada diujung selatan Kabupaten Bandung kini dikenal pula sebagai penghasil kopi kualitas dunia.Tidak kurang dari 20.000 tenaga kerja setempat, mampu terserap untuk
    pengolahan tanaman dan biji kopi.

    Popularitas Pangalengan sebagai penghasil biji kopi menurut Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip telah berlangsung sejak tahun 1932. "Sejak tahun 1930an, Kecamatan Pangalengan dikenal sebagai penghasil kopi, kina, teh dan pengolahan susu sapi",kata Dadang M. Naser seusai mengadakan silaturahmi dan halal bihalal dengan ratusan petani kopi di Desa Marga Mulya Kecamatan Pangalengan, Selasa (12/8). Setiap tahun produksi kopi yang dihasilkan di Kecamatan Pangalengan sebanyak 4.000
    ton green bean. Dengan produksi sebesar itu, maka tidak heran jika daerah yang beriklim sejuk itu sekarang mulai dilirik para investor kelas nasional. Sampai akhir tahun 2013, jumlah pabrik pengolahan kopi di Pangalengan tercatat 5 buah.Diakui oleh Dadang Naser, kehadiran pabrik pengolahan biji kopi telah membawa perubahan sosial bagi warga setempat. Paling tidak, kehadiran pabrik tersebut telah mengurangi angka pengangguran bahkan bisa membantu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

    Pengembangan tanaman kopi,melalui konsep PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) menurut Dadang memperoleh dua keuntungan. Satu sisi pendapatan ekonomi masyarakat mulai meningkat, sementara disisi lain kelestarian hutan ikut terjaga.
    "Dengan konsep ini, sekarang tidak ada lagi perambahan hutan milik Negara, karena masyarakat sendiri sekarang sudah merasakan manfaatnya pengelola hutan",tuturnya. Hal senada diakui pula oleh ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Rahayu Tani
    Margamulya, Dinuri Supriatna. Menurutnya, berkat pengembangan tanaman kopi dan hadirnya pabrik pengolahan biji kopi, arus urbanisasi masyarakat dari desa ke kota terus berkurang. "Khususnya di Desa Margamulya, sekarang tidak ada lagi warga yang
    menjadi TKW ke luar negeri, karena di Margamulya pun sekarang sudah memiliki penghasilan dari tanaman kopi",kata Dinuri Supriatna.

    Direktur Utama PT. Sinar Lestari, Slamet Prayoga menyebutkan, kualitas kopi asal Pangalengan sudah berada pada level dunia. Hal itu, terbukti dengan diraihnya 5 buah tropy pada festival Coffee yang berlangsung di Kota Bangkok beberapa waktu lalu.

    Sebagai perusahaan yang menampung dan mengolah biji kopi di Pangalengan, Slamet Prayoga mengakui pihaknya kini tengah berusaha untuk memenuhi permintaan biji kopi masing-masing dari Australia, Korea Selatan maupun Maroko. "Dari Australia sudah minta satu container kopi, insya allah akan kita penuhi pada September mendatang",kata Prayoga. Menurutnya, tanaman kopi seluas 600 Ha di Pangalengan dalam pengolahannya akan dilakukan PT. Sinar Mayang Lestari. "Dari Ciwidey akan kita olah seluas 200 Ha,
    seluruhnya untuk memenuhi permintaan luar negeri",ungkapnya pula.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus