Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Menko Gelar Rakor Bahas Percepatan Pembangunan di Jabar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9682.jpg

    BANDUNG -- Menko Perekonomian RI Chairul Tanjung mengadakan rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan  membahas percepatan pembangunan infrastruktur Jawa Barat, di Gedung Negara Pakuan Bandung, Rabu Malam.

    Dalam rakor tersebut hadir Menteri PU, Joko Kirmanto, Menteri BPPN, Armida S. Alisjahbana, Menteri Perhubungan, Evert Ernest Mangindaan dan Menteri Perindustrian, Mohamad S. Hidayat serta perwakilan dari berbagai kementerian. Sedang dari Jajaran Pemrov Jabar hadir para Bupati dan Walikota seJawa Barat serta jajara OPD-OPD.

    Usai rakor yang berlangsung hingga tengah malam tersebut menghasilkan beberpa solusi percepatan pembangunan. Salah satunya adalah kepastian penyelesaian pembangunan Waduk Jati Gede yang tinggal memasuki tahap akhir. Jati Gede menjadi salah satu fokus utama pembahasan karena perencanaan dan pembangunan bendungan tersebut telah berlangsung sejak era Presiden Soekarno hingga sekarang. Solusi yang dihasilkan dalam rakor tersebut yaitu dengan segera meminta Persiden membuat Perpres. Sehingga Permrov  bisa memiliki payung hukum yang kuat dalam pelaksanaannya.

     “Dengan payung hukum ini bisa memberikan kepastian. Pemerintah daerah telah menyatakan kesanggupannya dan merasa yakin bahwa bila ada payung huhukum dan dananya tersedia. Maka permasalahan di waduk jatigede ini bisa secepatnya diselesaikan dan difungsikan,” ungkap Menko.

    Menanggapi hal tersebut Aher menyambut baik langkah dari Menko, sehingga bila sudah tercipta payung hukum penyelesaian masalah sosial, penggantian pohon sampai pemindahan situs-situs yang masuk dalam genang air akan bisa secepatnya dilakukan. Bahkan dana 1,5 triliun telah dianggarkan oleh pemerintah pusat untuk penyelesaian bendungan Jati Gede.

    “Yang jelas Perpres tersebut munculnya anggaran. Munculnya penyelesaian, masalah sosial di jati gede. Dan pada gilirannya jatigede bisa digenangi. Dananya dari APBN, 1,5 triliun. Untuk penyelesaian dampak sosial, termasuk penebangan pohon sampai pemindahan situs. dan lain-lain,” papar Gubernur usai rakor.

    Selain Jati Gede, Menko juga menitik beratkan pada pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka. “sejauh ini masih on the track atau sesuai dengan perencanaan. Tetapi untuk beberapa hal seperti pembebasan lahan, pengalihan jalan hingga sinkronisasi landasan,” ujar Menko.

    Menko juga mengusahkan untuk percepatan pembangunan tol-tol baru yang sedang dibangun seperti tol Cikapali dan Cisundawu. Selain itu menko juga mengapresiasi dan mendukung inisiatif Pemrov yang ingin menghubungkan jabar selatan dengan jalan tol Cileunyi-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Pangandaran, kemudian tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang, Tol Soreang-Pasir Koja.

    “Bila gagasan ini suatu saat bisa terlaksana ini seperti pecah telor. Dimana kawasan selatan ada Tol. Tol di pulau Jawa tidak ada diselatan, semua dikawasan utara dan tengah. Jadi kalau ini bisa terlasana top-lah,” ujar Aher bersemangat.

    Kemudian terkait rencana pembangunan Tol Kota BIUTR (Bandung Intra Urban Tol Road) yang terkendala perijinan lahan milik kementerian. “sebelum penetapan trase mesti ada ijin dari pemilik lahan tersebut yang merupakan lembaga-lembaga tingkat pusat. Itu akan segera dibantu diselesaikan,” tutur Aher.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus