Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Lepas Tim Pemeriksa Hewan Kurban Tahun 2014

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9748.jpg

    BANDUNG-Jelang Hari Raya Idul Adha, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melepas Tim Pemeriksa Hewan Kurban Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 di Gedung Negara Pakuan Bandung, Senin (22/9). Tim tersebut akan bertugas dari tanggal 22 September sampai hari Tasrik.

    Dalam acara tersebut hadir 100 peserta yang terdiri dari petugas Dinas Peternakan Jabar, petugas peternakan atau yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat dan anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jawa Barat I. Selain itu 50 dokter Hewan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian akan ditempatkan di Kabupaten Bogor, Bekasi serta Kota Bogor. Kemudian FKH IPB akan menurunkan mahasiswanya sebanyak 344 orang di kab bogor (100 orang), Kota Bogor (174 orang), dan kota Depok (70 Orang).

    Usai pelepasan Tim, Gubernur mengatakan bahwa langkah ini dilakukan agar memberikan keyakinan bagi masyarakat yang akan berkurban di hari Idul Fitri nanti. Dan akan memfokuskan pada peternakan rakyat yang tidak mempunyai dokter hewan layaknya di peternakan resmi.

    “Untuk lebih meyakinkan para pequrban, agar membeli hewan qurban yang dijajakan diberbagai tempat, di jalan-jalan, dipeternakan, di kandang-kandang, ketika ada label ini lebih meyakinkankan. Dan kedepan tentu kita harus lebih masif lagi sehingga jangkaunnya lebih memadai. Mungkin sekarang tidak terjangkau seluruhnya, tapi kalau dikawasan-kawasan peternakan resmi  atau farm itu, biasanya sudah ada. Karena sudah ada dokter hewannya. Yang perlu dijadikan catatan kan yang peternakan rakyat. Karena jarang mereka memeriksakan hewannya dengan baik,” ujarnya.

    Gubernur juga berharap kedepannya langkah pencegahan ini bisa muncul dari kesadaran para peternak. Selain itu akan terus meningkatkan pengawasan kesehatan hewan ternak tanpa menunggu moment hari raya Idul Adha.

    “Kita kedepan ingin, kesadaran penyakit hewan itu disadari oleh masing-masing peternak. Tentu termasuk peternak rakyat yang sering kali tidak memeriksakan hewannya. Insyaallah ini kita sebar, agar menjamin kesehatan hewan kurban. Tentu saja kedepan kita ingin lebih mejamin hewan-hewan tersebut, meskipun tanpa ada prosesi kurban. Itulah peran para dokter hewan,” Pungkasnya. 

    Menurut Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, Dody Firman Nugraha, keberadaan tim ini adalah untuk mencegah penularan penyakit hewan akibat tingginya lalu lintas hewan ke daerah Jawa Barat  jelang hari kurban nanti.

    “Permintaan hewan kurban dari tahun ke tahun semakin tinggi. Ini menyebabkan meningkatnya arus lalu lintas hewan dari daerah produsen ke daerah konsumen. Sapi dan kambing banyak di datangkan dari daerah provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Artinya ada pergerakan Atau Lalu lintas Hewan Kurban dari arah Timur Ke Barat sehingga perlu dilakukan peningkatan pengawasan terutama terhadap kemungkinan adanya penyakit hewan menular”, terangnya.

    Menurut Dody dalam upaya pecegahan penyakit menular tersebut terutama penyakit cacing. Maka dari tahun ketahun terus digalakan pemberian obat anti cacing. Dan untuk tahun ini digalakan gerakan pemberian obat ancti cacing kepada ternak sapi/kerbau dan kambing/domba, sebanyak 15 ribu ekor ternak di Jawa Barat.

    “Kami telah melaksanakan gerakan pemberian obat anti cacing kepada ternak sapi/kerbau dan kambing/domba, pada tahun 2012 sebanyak 4.550 ekor, tahun 2013 sebanyak 4.000 ekor dan pada tahun 2014 sebanyak 15.000 ekor ternak di Jawa Barat,” Paparnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus