Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sampah Menjadi Persoalan Global

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9792.jpg

    BANDUNGKAB-Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip mengatakan sampah bukan lagi persoalan lokal, tetapi sudah menjadi persoalan global, perlu penanganan secara serius dan terencana. Jika sampah tidak dikelola dengan baik, menurutnya banyak dampak bencana yang akan ditimbulkan seperti longsor tumpukan sampah, sumber penyakit, pencemaran lingkungan serta dapat mengakibatkan banjir.
     
    Ketika menghadiri Acara Pesta Rakyat dan Launching Bank Sampah Sabilulungan Bandung (BSB) di kawasan muara Sungai Cikapundung dan Citarum di Kp.Cieunteung, Kecamatan Bojongsoang, Sabtu (27/09) kemarin, Dadang M.Naser mengatakan Bank Sampah bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi persoalan sampah.
     
    Bank Sampah akan mengajarkan masyarakat untuk memilih, memilah dan mengelola sampah secara bijak. “Yang pada akhirnya akan mampu mengurangi dampak yang ditimbulkan serta kuantitas sampah yang diangkut ke TPA, disamping memiliki nilai ekonomis tentunya”, ucapnya.
     
    Data statistik menunjukkan, pembangunan Bank Sampah di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup baik. Sampai bulan Pebruari 2012, tercatat 471 buah Bank Sampah yang sudah berjalan di Indonesia, dengan jumlah penabung mencapai 47.125 orang. Sedangkan jumlah sampah yang dapat dikelola sebanyak 755.600 kg/bulan “Dari kegiatan Bank Sampah ini terjadi nilai perputaran uang sebesar Rp.1.648.320.000 tiap bulannya”, jelas Dadang Naser.
     
    Pada Mei 2012, lanjut Dadang terjadi peningkatan sekitar 53%. Keberadaan bank ini bertambah sebanyak 415 buah sehingga total menjadi 886 buah. Dengan nasabah sebanyak 84.623 orang serta sampah yang terkelola mencapai 2.001.788 kb/bulan, “Bisa menghasilkan uang sebesar Rp.3.182.281.000 per bulan. Ini artinya, tidak semua sampah menjadi masalah, jika dikelola dengan baik malah membawa berkah”, ungkapnya.
     
    Launching Bank Sampah Sabilulungan, bagi Dadang menjadi momentum awal dalam upaya membina kesadaran kolektif masyarakat untuk mulai memilih dan memilah, mendaur ulang dan memanfaatkan sampah sehingga pengelolaan  sampah yang berwawasan lingkungan menjadi budaya baru di Indonesia khususnya di Kabupaten Bandung. “Kehadiran Bank Sampah menjadi penting karena perannya diharapkan mampu mengurangi sampah secara terintegrasi dan menyeluruh”, pungkasnya pula.

    Kepedulian Pemerintah Kabupaten Bandung dalam merintis dan mengelola sampah ini, salah satunya melalui penyediaan dana kredit Bank Sampah yang kini tengah dikelola oleh PT.BPR (Bank Perkreditan Rakyat), adapun kredit yang diberikan berkisar antara Rp.500.000,- hingga Rp.5.000.000,-. Bagi warga yang tertarik dengan wirausaha Bank Sampah ini, bisa mengajukan pinjaman ke perusahaan BUMD milik Pemerintah Kabupaten Bandung tersebut.

    Pihak panitia penyelenggara, Fifi Raharja mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan sinergitas dan kerjasama yang sangat baik antara Pemkab Bandung, TNI, POLRI dan komunitas penggerak lingkungan hidup di kawasan tersebut. “Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan edukasi kepada seluruh warga terutama generasi muda agar peduli terhadap pengurangan sampah dan limbah di sungai citarum”, jelas Fifi Rahardja.

    Tampak hadir, Ketua APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia), Dr.H.Isran Noor, M.Si, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. Ridho Budiman Utama, Asisten Kesejahteraan Rakyat Jabar, Dr.Ir.Achmad Hadadi, M.Si, Kepala BPLHD Jabar, Dr,Ir.Anang Sudarna, M.Sc, Ph.D serta Direktur Bank Sampah Bandung Sabilulungan, John Sumual, MPM.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus