Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Iedul Adha, Moment Kepekaan Terhadap Sesama

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9845.jpg

    SUBANG-Idul Adha seyogyanya dimaknai sebagai perwujudan nilai kemanusiaan dan semangat keadilan. Manifestasi memenuhi perintah Sang Khaliq yang dibuktikan dengan pengorbanan. Sedangkan makna sosial berupa kepekaan terhadap sesama.

    Hal tersebut adalah sabutua Bupati Subang, Ojang Sohandi pada penyelenggraan Sholat Idul Adha di Masjid Agung Al-Mushobaqoh, Minggu (5/10). Selanjutnya kata Ojang, pembangunan bukan semata pemerintah tetapi tanggung jawab bersama.

    Pada kesempatan tersebut Ojang memperkenalkan 5 aspek Gerakan Pembangunan untuk Rakyat (Gapura) Subang. 

    Pertama, Gapura Permata (Pemerintahan yang Bermartabat), Kedua, Gapura Intan (Infrastruktur Berkelanjutna). Ketiga, Gapura Perak (Pendidikan untuk Rakyat), Keempat, Gapura Emas (Ekonomi Masyarakat) dan Kelima, Gapura Serasi (Sehat, Rapi, Bersih dan Indah). Ojang menyampaikan mohon do'a semuanya tahun 2015 sebagai Kabupaten halal. “270 produk Subang nanti terlisensi halal oleh MUI Jawa Barat,” ujarnya.

    Kemudian disampaikan mengenai harapan mendapatkan Adipura yang dicanangkan sejak 2011 tetapi penilaian masih kurang 0,2. Untuk di masa selanjutnya usaha makin diintesifkan supaya berhasil. Kepada jama'ah haji yang saat ini usai melaksanakan ibadah dapat pulang kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur.

    Pada Sholat Idul Adha bertindak sebagai Imam yaitu Ust. Asep Syamsul Ma'arif (DKM Baitul Makmur Rawabadak Subang), Khotib: Ust. Drs. Dedi Supyandi (Ka. UPTD Disdik Kec. Ciasem), Bilal: Dede Rohaedi, S.AN (DKMasjid Agung Al Musabaqoh Subang).

    Khotib dalam khutbahnya mengingatkan umat Islam untuk saling memberikan manfaat dan saling menjaga kehormatan. Negara Indonesia sebagai negara dengan umat Islam terbanyak di dunia seharusnya bisa membawa kekayaan Indonesia sumber daya manusia dan sumber daya alam menjadi rahmat. “Tetapi kini masih belum membuat sejahtera petani dan nelayannya,” ujar Dedi Supyandi.

    Oleh karena itu moment Idul Adha sebagai media muhasabah terhadap amal-amal yang telah dilakukan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus