Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    P2WKSS Prioritaskan Desa Tertinggal

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9927.jpg

    BANDUNG-Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser SH, S.Ip, meminta kepada seluruh camat di  Kabupaten Bandung untuk menetapkan desa di wilayahnya sebagai lokasi yang memerlukan pendampingan dan pembinaan Program P2WKSS (Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera).
     
    Permintaan tersebut disampaikan Dadang Naser disela-sela kegiatan Penerimaan Tim Evaluasi Akhir P2WKSS Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014, di Kantor Desa Mandalawangi Desa Nagreg, Kamis (16/10/2014).
     
    Hadir Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Bandung, Hj.Yanti Marlina, SH, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Drs.H.Salimin, M.Si, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung, Hj. Kurnia Agustina Dadang M.Naser serta Camat Nagreg, Entang Kurnia.
     
    Pada tahun 2014 ini, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menetapkan desa Mandalawangi sebagai lokasi binaan P2WKSS. Penetapan ini dinilai Dadang cukup tepat mengingat kondisi dan karakteristik desa tersebut memang memerlukan program tersebut.
     
    Salah satu alasan adalah kondisi wilayah ini sangat jauh dari aktivitas pusat perkotaan sehingga mayoritas warga setempat terpaksa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara mereka sendiri. “Seperti bertani, berkebun atau pun beternak dalam memenuhi keperluan hidupnya sehari-hari”, ujar Dadang Naser.
     
    Program P2WKSS dinilai Dadang mampu membantu wilayah atau desa tertinggal menjadi mandiri dalam berbagai aspek, mulai pangan, pendidikan, kesehatan bahkan peningkatan ekonomi kreatif.
     
     “Program ini merupakan salah satu program yang sangat strategis dalam rangka mengembangkan potensi sumber daya manusia, sumber daya alam dan lingkungan dengan motor penggerak kaum wanita”, ucap Dadang Naser seraya menyebutkan bahwa  program-program  Pemkab Bandung yang telah dituangkan dalam kegiatan RAKSA Desa mampu mengarah pada kebutuhan warga Kabupaten Bandung.
     
    Oleh karenanya, Ia mengingatkan para camat untuk memprioritaskan desa-desa di wilayahnya yang memang sangat membutuhkan program tersebut, “Prioritaskan terlebih dahulu desa-desa yang memang kondisi sumber daya manusianya sangat membutuhkan pembinaan program ini”, tandas Dadang pula.
     
    Ketua Tim Penilai P2WKSS Provinsi Jabar, Dra.Reni Ambarsari, MM mengatakan warga Kabupaten Bandung patut bersyukur karena program-program pembangunan yang di inisiasi oleh Bupati Bandung tersebut banyak menyentuh kepentingan masyarakat. Reni Ambarsari juga menyoroti peranan PKK yang bisa memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
     
    Keberadaan P2WKSS, menurut Reni pada hakikatnya bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Namun program tersebut tidak akan berjalan optimal bila tidak diiringi rasa kesadaran warganya sendiri, “Dibutuhkan kesadaran warga sehingga memiliki motivasi dirinya untuk berusaha meningkatkan taraf hidupnya dalam berbagai aspek, minimal dimulai dari keluarganya dulu”, ujar Reni.
     
    P2WKSS memberikan penyuluhan dan pelatihan keterampilan dasar. Melalui program ini, tambah Reni dilakukan pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi yakni dengan mengembangkan berbagai model pemberdayaan ekonomi keluarga, “Seorang ibu yang memiliki keterampilan dalam mengolah masakan, bisa menjadi potensi untuk meningkatkan pendapatan keluarganya. Hasil olahannya dapat dia jual minimal untuk lingkungan tetangganya dulu, yang pada akhirnya dapat dikembangkan ke arah bisnis yang lebih professional”, imbuh Reni pula.
     
    Sementara Kurnia Dadang Naser memandang P2WKSS merupakan salah satu program unggulan Pemkab Bandung dalam kategori penilaian  Lomba Forum Kabupaten Sehat  (FKS) yang akan berlangsung pada tahun 2015 mendatang. Semua aspek yang tercakup dalam program ini memenuhi semua tatanan yang diperlukan dalam penilaian lomba.
     
    “Lomba FKS menjadi motivasi dan dorongan tersendiri bagi kita semua agar dapat mencapai suatu kondisi tempat yang sehat, bersih, aman dan nyaman bagi para penghuninya. Untuk itu Kami minta dukungan semua pihak, agar Kabupaten Bandung bisa menuju Kabupaten yang sehat”, kata Kurnia.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus