GPR Widget

Biaya Besar Jadi Tantangan Kembangkan Metaverse

Diterbitkan

Jumat, 12 Agustus 2022

Penulis

(Pun/Fauziah Ismi)

|

(Pun/Fauziah Ismi)

63 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Sebagai teknologi baru, banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk mengembangkan metaverse, salah satunya dari sisi pembiayaan. Investasi pada dunia metaverse pada dasarnya sangat panjang, tidak mudah dan tidak murah. Oleh karena itu, perlu kolaborasi kreatif agar dapat memberikan nilai efektifitas dan produktifitas bagi banyak pihak.

Hal itu diungkapkan Executive Chairman & Co Founder dari WIR Group Daniel Surya dalam 7th International Conference on Management in Emerging Markets (ICMEM) 2022 yang digelar Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) secara virtual (11/8/2022).

Selain pembiayaan, hal yang perlu dipersiapkan yaitu edukasi kepada masyarakat. Manfaat metaverse yang bertujuan untuk menghubungkan dunia luring dengan daring harus bisa tersampaikan dengan baik. Di sinilah peran institusi-insititusi pendidikan dan universitas untuk
mengedukasi dan memberikan kejelasan pada berbagai pihak terkait metaverse.

"Semua itu dilakukan agar dapat memberikan kemajuan dan perkembangan terhadap berbagai macam lapisan kehidupan," ujar Daniel.

Tantangan ketiga berasal pada keamanan data. Metaverse harus bisa memberikan keamanan data dan identitas dari berbagai sisi. Meski banyak tantangan, Daniel tetap optimis bahwa dengan metaverse membawa Indonesia ke arah positif.

Dunia metaverse pada dasarnya sama seperti dunia nyata. Pengunanya bisa memasukkan apa yang ada kehidupan sehari hari ke dalam metaverse. 

Di metaverse, semua profil akan menjadi digital profil yang disebut sebagai
avatar. Avatar digital di metaverse merupakan teknologi yang sangat mutakhir. Bentuknya tidak hanya akan berbentuk foto biasa. 

Avatar bisa secara detil dan spesifik dibentuk agar bisa mengenali dan memberikan ekspresi wajah serta bahasa tubuh kita. Oleh karena itu, avatar dapat disebut sebagai identitas diri yang merupakan representasi diri di dunia metaverse. Bahkan kedepannya, avatar yang kita miliki ini bisa dijadikan sebagai digital asset yang bisa kita koneksikan ke dalam berbagai platform seperti Google, Facebook dan lain sebagainya.

Metaverse pada dasarnya bisa dipergunakan lewat berbagai macam perangkat. Tidak hanya menggunakan kacamata augmented reality dan kacamata virtual reality. Namun, bisa memanfaatkan layar telepon untuk masuk ke dalam metaverse.

Menurut Daniel, metaverse adalah masa depan kita. Metaverse bisa menjadi solusi terhadap “high related market” yang bisa membentuk masa depan bersama. Lewat metaverse, siapapun bisa memberikan nilai-nilai yang maksimal.

“Teknologi ini bisa menjadi strategi marketing dalam hal melakukan pendekatan terhadap konsumen. Serupa seperti YouTube, kita mau metaverse ini bisa dipergunakan karena relevansinya dengan kehidupan banyak orang. Dengan demikian, efektifitas dan produktifitas bisa meningkat,” tutur
Daniel. 

Editor: admin

Berita Terkait