GPR Widget

Danseskoau Buka Acara Simposium III Pasis Seskoau Angkatan ke-59

Diterbitkan

Selasa, 16 Agustus 2022

Penulis

penSESKOAU

|

penSESKOAU

69 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. BANDUNG BARAT - Komandan Seskoau (Danseskoau) Marsda TNI Minggit Tribowo membuka acara Simposium III Pasis Seskoau Angkatan Ke-59 di Gedung Widya Mandala I, Seskoau Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (4/8/2022).

Dalam sambutannya Danseskoau mengtakan, sangat penting belajar mengenai kampanye militer dan operasi gabungan bagi Pasis Seskoau Angkatan Ke-59 sebagai materi pokok dari pendidikan Seskoau di bidang operasi yang harus atau wajib untuk mengerti, memahami, dan dikuasai, sehingga diharapkan nantinya setelah selesainya pendidikan Seskoau ini memiliki bekal yang memadai untuk mendukung pelaksanaan tugas ke depannya.

Danseskoau juga mengingatkan kepada seluruh civitas academica Seskoau, khususnya para Pasis untuk memberdayakan waktu yang ada dengan diskusi secara interaktif, sehingga apabila terdapat materi atau informasi yang belum jelas dapat langsung ditanyakan kepada narasumber.

“Materi kampanye militer yang disampaikan sangatlah penting untuk membekali para Pasis sekalian dalam menghadapi pra PKB Operasi Gabungan, kemudian dilanjutkan PKB Operasi Gabungan nantinya,” katanya.

Dalam simposium yang mengangkat tema “Kampanye Militer”, menghadirkan Kadepops Sesko TNI Kolonel Inf Hari Rahardjianto yang menjelaskan mengenai Kampanye Militer dan Dosen/Patun Sesko TNI Kolonel Pnb Fata Patria yang menjelaskan mengeneai Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) Operasi Militer Perang (OMP) serta Operasi Gabungan.

Kadepops Sesko TNI menjelaskan, kampanye Militer merupakan rangkauan beberapa operasi gabungan yang dilaksanakan untuk mencapai sasaran strategis dan operasional pada suatu ruang serta waktu yang ditentukan dengan melibatkan komando permanen (Kogab) dan komando non permanen atau bentukan (Kogasgab/Satgas).

Selanjutnya konsep Kampanye Militer harus meliputi metode, pengerahan, kekuatan, tahapan, dan urutan operasi yang sudah disinkronisasi, di mana perencanaannya harus mempertimbangkan aspek penggunaan kekuatan dan kemampuan, serta menentukan pentahapan operasi yang akan dilakukan pada tahap operasi pendahuluan dan tahap operasi utama.

Membahas mengenai PPKM, Kolonel Pnb Fata Patria menjelaskan PPKM merupakan manajemen operasi yang dilaksanakan di lingkungan TNI melalui proses berpikir baik secara analitik, intuisi, maupun gabungan keduanya guna memperoleh keputusan cara bertindak yang terbaik.

Ia mengatakan, terdapat tujuh langkah PPKM yaitu menerima tugas, menganalisa tugas, petunjuk perencanaan dan perintah kesiapan, perumusan cara bertindak, keputusan dan konsep umum, penyusunan dokumen rencana operasi, serta supervisi dan feed back. 

Kemudian dilanjutkan pembahasan mengenai operasi gabungan TNI sebagai operasi militer yang dilaksanakan oleh dua Angkatan atau lebih dibantu dengan operasi lainnya sesuai kebutuhan yang berada di bawah satu komando dan direncanakan oleh staf gabungan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI untuk melindungi kepentingan nasional.

Turut hadir dalam acara simposium ini, Wadanseskoau Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, Kakordos Seskoau Marsma TNI Basuki Arijadi, para pejabat Seskoau, para Dosen dan Patun. (penSESKOAU/UPI)

Editor: UPI

Berita Terkait